Pekalongannews, Batang – Wakil Bupati Batang Suyono menegaskan bahwa integritas dan profesionalisme merupakan modal utama yang harus dimiliki setiap wasit olahraga. Pesan tersebut disampaikannya saat membuka Pelatihan Perwasitan Renang Lisensi Kategori C/Madya Tingkat Jawa Tengah di Desa Pasekaran, Kabupaten Batang, Jumat (31/7/2026).
Pelatihan yang diikuti 34 peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) bidang perwasitan. Para lulusan pelatihan nantinya diproyeksikan untuk bertugas pada berbagai kejuaraan, termasuk Bupati Cup Batang 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.
Dalam sambutannya, Suyono menekankan bahwa profesi wasit tidak hanya dituntut memahami aturan pertandingan, tetapi juga harus memiliki karakter yang jujur, adil, dan berintegritas tinggi. Menurutnya, kualitas seorang wasit akan menentukan kredibilitas sebuah pertandingan sekaligus menjadi cerminan kemajuan dunia olahraga.
"Profesionalisme akan menjadi nilai jual seseorang. Ketika memiliki kemampuan dan integritas yang baik, peluang untuk bertugas di berbagai kejuaraan, bahkan tingkat nasional, akan semakin terbuka," ujar Suyono.
Ia menilai perkembangan era digital dan media sosial turut memberikan peluang besar bagi tenaga profesional, termasuk wasit olahraga, untuk dikenal secara luas. Karena itu, para peserta diminta terus meningkatkan kompetensi agar mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Namun demikian, Suyono juga mengingatkan bahwa profesi wasit tidak lepas dari berbagai tantangan, terutama godaan yang dapat merusak integritas. Ia mencontohkan praktik suap atau iming-iming materi yang kerap menjadi ujian bagi seorang pengadil pertandingan.
"Jangan pernah menggadaikan integritas hanya karena iming-iming materi. Sekali kepercayaan hilang, maka akan sulit membangun kembali reputasi yang telah dirintis," tegasnya.
Menurutnya, seorang wasit harus mampu mengambil keputusan berdasarkan aturan dan hati nurani, tanpa dipengaruhi tekanan maupun kepentingan pihak tertentu. Ia mengajak seluruh peserta menjadikan profesi sebagai bentuk pengabdian sekaligus ladang ibadah yang memberikan manfaat bagi dunia olahraga.
Pelatihan Perwasitan Renang Lisensi Kategori C/Madya ini menghadirkan berbagai materi teknis, mulai dari regulasi pertandingan, manajemen kompetisi, kebutuhan sumber daya manusia dalam perlombaan, hingga tugas dan fungsi setiap perangkat pertandingan.
Ketua Panitia Pelatihan sekaligus Ketua Harian PRSI/Akuatik Batang, Tisna Zuhri Madina, menjelaskan bahwa dalam cabang olahraga renang terdapat sekitar 18 posisi perangkat pertandingan, di antaranya referee, timekeeper, juri gaya, juri pembalikan, hingga petugas pengatur atlet.
"Saat ini Kabupaten Batang memiliki sekitar 60 wasit dan juri renang, termasuk tiga wasit yang telah mengantongi lisensi tingkat nasional. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas SDM perwasitan di daerah," jelasnya.
Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Batang, Teguh Supriyatno, menilai keberhasilan penyelenggaraan sebuah kejuaraan tidak hanya ditentukan oleh atlet dan pelatih, tetapi juga bergantung pada kualitas perangkat pertandingan.
"Wasit yang jujur, profesional, dan memahami aturan akan melahirkan pertandingan yang berkualitas serta prestasi atlet yang benar-benar lahir dari kemampuan," katanya.
Senada dengan itu, Ketua Akuatik Batang, Andang Tri Kusnaedy, mengungkapkan bahwa para peserta yang lulus pelatihan Lisensi C akan langsung diberi kesempatan mengaplikasikan ilmunya dalam berbagai kejuaraan daerah.
"Setelah memperoleh Lisensi C, para peserta akan kami libatkan sebagai wasit dan juri pada ajang Bupati Cup Batang 2026. Mereka akan didampingi wasit senior agar pengalaman dan pengetahuan di lapangan terus berkembang," ungkapnya.
Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Batang bersama insan olahraga berharap lahir lebih banyak wasit renang yang kompeten, berintegritas, dan mampu mendukung penyelenggaraan kompetisi olahraga yang profesional, adil, serta berkualitas di tingkat daerah maupun nasional.



No comments:
Post a Comment