![]() | ||
| KEK Industropolis Batang berhasil meraih nugerah Adi Hijau, pada ajang Jateng Green Industry Summit 2026 |
Penghargaan ini menjadi bukti bahwa KEK Industropolis Batang tidak hanya fokus pada pengembangan infrastruktur dan peningkatan investasi, tetapi juga mengedepankan prinsip keberlanjutan sebagai bagian dari strategi pembangunan kawasan. Langkah tersebut sejalan dengan arah pembangunan nasional melalui Asta Cita yang menitikberatkan pada transformasi ekonomi, hilirisasi industri, peningkatan daya saing, serta pembangunan yang ramah lingkungan, Batang, (27/7/2026).
Menurutnya, berbagai inisiatif telah dijalankan, mulai dari penyusunan regulasi kawasan berbasis keberlanjutan, pengembangan dry port untuk meningkatkan efisiensi logistik sekaligus menekan emisi karbon, pemanfaatan panel surya dan energi terbarukan, penguatan sistem pengelolaan sampah dan limbah, hingga pengembangan program blue carbon.
Selain itu, KEK juga mendorong hadirnya tenant yang bergerak di sektor energi hijau guna membangun ekosistem industri yang saling mendukung.
"Industri hijau harus diwujudkan melalui implementasi nyata. Karena itu, KEK Industropolis Batang terus mengembangkan berbagai inisiatif berbasis keberlanjutan, termasuk energi terbarukan, pengelolaan limbah, dan penguatan ekosistem industri hijau," kata Tanya.
Komitmen tersebut diperkuat melalui penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) secara menyeluruh dalam proses bisnis perusahaan. KEK Industropolis Batang telah membentuk struktur organisasi khusus ESG, menyusun peta jalan keberlanjutan (ESG Roadmap), menerbitkan Sustainability Report, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia melalui pelatihan dan sertifikasi ESG, serta melakukan pengukuran emisi gas rumah kaca pada Scope 1, Scope 2, dan Scope 3 sebagai dasar strategi dekarbonisasi kawasan.
"Ke depan, kawasan industri ini juga akan menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001, melaksanakan Independent ESG Assessment, serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, tenant, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya guna mempercepat terwujudnya kawasan industri berdaya saing global," tambahnya.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi Tim Sustainability KEK Industropolis Batang yang melibatkan berbagai divisi, mulai dari Risk Management & Sustainability, Operation, IT & Services, Utilitas, Marketing, hingga Corporate Secretary. Kolaborasi lintas sektor tersebut memastikan bahwa prinsip keberlanjutan diterapkan secara konsisten dalam setiap tahap pengembangan kawasan.
Saat ini KEK Industropolis Batang memiliki luas kawasan sekitar 4.300 hektare dan menjadi rumah bagi 96 tenant, terdiri atas 41 tenant industri, 38 tenant komersial, serta 17 tenant BPSP. Kawasan ini telah mencatatkan investasi sebesar Rp23 triliun, luas lahan tersewa mencapai 442,2 hektare, serta menyerap 26.871 tenaga kerja.
Dengan capaian tersebut, KEK Industropolis Batang semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu kawasan strategis nasional yang mampu mendorong investasi, membuka lapangan pekerjaan, sekaligus menjadi percontohan pengembangan kawasan industri hijau yang berdaya saing tinggi, inklusif, dan berkelanjutan di Indonesia.
Komitmen tersebut diperkuat melalui penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) secara menyeluruh dalam proses bisnis perusahaan. KEK Industropolis Batang telah membentuk struktur organisasi khusus ESG, menyusun peta jalan keberlanjutan (ESG Roadmap), menerbitkan Sustainability Report, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia melalui pelatihan dan sertifikasi ESG, serta melakukan pengukuran emisi gas rumah kaca pada Scope 1, Scope 2, dan Scope 3 sebagai dasar strategi dekarbonisasi kawasan.
"Ke depan, kawasan industri ini juga akan menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001, melaksanakan Independent ESG Assessment, serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, tenant, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya guna mempercepat terwujudnya kawasan industri berdaya saing global," tambahnya.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi Tim Sustainability KEK Industropolis Batang yang melibatkan berbagai divisi, mulai dari Risk Management & Sustainability, Operation, IT & Services, Utilitas, Marketing, hingga Corporate Secretary. Kolaborasi lintas sektor tersebut memastikan bahwa prinsip keberlanjutan diterapkan secara konsisten dalam setiap tahap pengembangan kawasan.
Saat ini KEK Industropolis Batang memiliki luas kawasan sekitar 4.300 hektare dan menjadi rumah bagi 96 tenant, terdiri atas 41 tenant industri, 38 tenant komersial, serta 17 tenant BPSP. Kawasan ini telah mencatatkan investasi sebesar Rp23 triliun, luas lahan tersewa mencapai 442,2 hektare, serta menyerap 26.871 tenaga kerja.
Dengan capaian tersebut, KEK Industropolis Batang semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu kawasan strategis nasional yang mampu mendorong investasi, membuka lapangan pekerjaan, sekaligus menjadi percontohan pengembangan kawasan industri hijau yang berdaya saing tinggi, inklusif, dan berkelanjutan di Indonesia.



No comments:
Post a Comment