-->

Indonesia Terancam “Kiamat Internet”? Nasib ChatGPT, Wikipedia, hingga Duolingo di Ujung Tanduk

Pekalongan News
Wednesday, November 26, 2025, November 26, 2025 WIB Last Updated 2025-11-26T16:03:46Z
Indonesia Terancam “Kiamat Internet”? Nasib ChatGPT, Wikipedia, hingga Duolingo di Ujung Tanduk
Pekalongannews - Indonesia tengah dihebohkan dengan potensi “kiamat internet” setelah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengirimkan surat peringatan kepada 25 perusahaan teknologi global yang dinilai belum mendaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE). 

Daftar ini bukan nama kecil—di dalamnya terdapat ChatGPT milik OpenAI, platform edukasi Duolingo, ensiklopedia raksasa Wikipedia, hingga layanan infrastruktur internet Cloudflare yang menjadi tulang punggung ribuan situs di Indonesia.

Pemerintah menegaskan bahwa pendaftaran PSE bukan soal administrasi semata, melainkan isu kedaulatan digital. Setiap layanan digital yang menargetkan pengguna Indonesia wajib tunduk pada Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2020. 

Pendaftaran dianggap sebagai pintu masuk untuk memastikan perlindungan masyarakat, serta memberi pemerintah ruang untuk menindak konten negatif, termasuk judi online yang belakangan meningkat drastis.

Namun, tindakan ini memunculkan kekhawatiran besar. Cloudflare misalnya, disebut digunakan banyak situs ilegal untuk menyembunyikan jejak digital. 

Tetapi di sisi lain, pemblokiran Cloudflare bisa menimbulkan efek domino: mulai dari tumbangnya website startup lokal, layanan publik, portal berita, hingga platform bisnis yang bergantung pada infrastrukturnya. Dampaknya bisa mengganggu ekosistem internet secara sistemik.

Komdigi mengaku masih membuka ruang dialog dan membantu proses pendaftaran melalui sistem OSS. Namun ultimatum sudah dilayangkan, dan jika tidak ada respons, pemutusan akses menjadi konsekuensi hukum yang tak bisa dihindari. 

Masyarakat pun kini harap-harap cemas menghadapi potensi hari di mana layanan digital yang biasa digunakan untuk bekerja, belajar, atau mencari informasi tiba-tiba gelap total.

Apakah para raksasa teknologi ini akan memenuhi aturan Indonesia atau memilih risiko kehilangan pasar besar? Jawabannya akan menentukan arah masa depan internet tanah air.
Komentar

Tampilkan

No comments:

TERKINI