Pekalongannews, Kota Pekalongan - Operasi penangkapan pengedar psikotropika di Pekalongan berubah mencekam ketika tim Satres Narkoba Polres Pekalongan mendapat perlawanan bersenjata.
Insiden itu terjadi pada Selasa malam, 25 November 2025, dan hampir melukai petugas yang tengah melakukan pengembangan kasus peredaran obat keras jenis Alprazolam.
Sekitar pukul 20.00 WIB, tim opsnal lebih dulu mengamankan dua pria di Jalan Tangkil Tengah, Kedungwuni. Dari tangan mereka ditemukan psikotropika jenis Alprazolam yang diduga hendak diedarkan.
Sekitar pukul 20.00 WIB, tim opsnal lebih dulu mengamankan dua pria di Jalan Tangkil Tengah, Kedungwuni. Dari tangan mereka ditemukan psikotropika jenis Alprazolam yang diduga hendak diedarkan.
Salah satu tersangka, KA (24), kemudian membuka identitas pemasoknya: seorang pria berinisial A (44) yang tinggal di kawasan Pringlangu, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan.
Informasi itu menjadi titik kunci. KA langsung dibawa untuk memandu tim menuju rumah A. Namun setibanya di lokasi, suasana yang semula terkendali berubah dramatis.
Informasi itu menjadi titik kunci. KA langsung dibawa untuk memandu tim menuju rumah A. Namun setibanya di lokasi, suasana yang semula terkendali berubah dramatis.
Ketika anggota hendak masuk untuk melakukan upaya paksa, sebuah tembakan mendadak dilepaskan dari arah rumah terduga pelaku. Proyektil mengenai kaca samping depan sebelah kiri mobil petugas.
Kasat Resnarkoba Polres Pekalongan, Iptu Albertus Sudaryono, mengatakan serangan itu dilakukan oleh seseorang yang keluar dari rumah A. “Tembakan mengenai bagian kaca mobil anggota. Beruntung, driver yang membawa tersangka sigap menghindar sehingga tidak ada personel yang terluka,” ujarnya, Rabu, 26 November 2025.
Menyadari situasi tidak kondusif, petugas segera menarik diri dan meminta dukungan dari Polsek Buaran. Kapolres Pekalongan kemudian mengerahkan bantuan tambahan berupa pasukan gabungan dari Unit Satreskrim serta personel Brimob Subden B Pelopor Pekalongan untuk memperkuat proses penindakan.
Operasi lanjutan kembali digelar tak lama setelah tim bantuan tiba. Rumah A dikepung, dan penggerebekan dilakukan dengan prosedur pengamanan ketat. Terduga pelaku berhasil diringkus tanpa perlawanan tambahan.
Dalam penggeledahan, polisi menemukan sejumlah barang bukti penting: satu pucuk Airsoft Gun merek Baretta tipe M84 dan 24 butir psikotropika jenis Alprazolam, yang diduga digunakan sebagai barang dagangan ilegal pelaku.
Kini para tersangka beserta barang bukti diamankan di Mapolres Pekalongan. Polisi masih melakukan pengembangan untuk menelusuri jaringan peredaran serta kemungkinan adanya pemasok lain yang terlibat.
Kasat Resnarkoba Polres Pekalongan, Iptu Albertus Sudaryono, mengatakan serangan itu dilakukan oleh seseorang yang keluar dari rumah A. “Tembakan mengenai bagian kaca mobil anggota. Beruntung, driver yang membawa tersangka sigap menghindar sehingga tidak ada personel yang terluka,” ujarnya, Rabu, 26 November 2025.
Menyadari situasi tidak kondusif, petugas segera menarik diri dan meminta dukungan dari Polsek Buaran. Kapolres Pekalongan kemudian mengerahkan bantuan tambahan berupa pasukan gabungan dari Unit Satreskrim serta personel Brimob Subden B Pelopor Pekalongan untuk memperkuat proses penindakan.
Operasi lanjutan kembali digelar tak lama setelah tim bantuan tiba. Rumah A dikepung, dan penggerebekan dilakukan dengan prosedur pengamanan ketat. Terduga pelaku berhasil diringkus tanpa perlawanan tambahan.
Dalam penggeledahan, polisi menemukan sejumlah barang bukti penting: satu pucuk Airsoft Gun merek Baretta tipe M84 dan 24 butir psikotropika jenis Alprazolam, yang diduga digunakan sebagai barang dagangan ilegal pelaku.
Kini para tersangka beserta barang bukti diamankan di Mapolres Pekalongan. Polisi masih melakukan pengembangan untuk menelusuri jaringan peredaran serta kemungkinan adanya pemasok lain yang terlibat.
Operasi ini menjadi peringatan bahwa praktik peredaran obat keras di Pekalongan semakin berani dan tak segan melakukan perlawanan.



No comments:
Post a Comment