Pekalongannews, Kota Pekalongan – Anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah, Much Muchlis Ariston, menegaskan komitmennya untuk mengawal percepatan penanganan rob dan perbaikan infrastruktur di Kota Pekalongan, khususnya wilayah Kecamatan Pekalongan Timur.
Hal itu disampaikan Ariston dalam kegiatan Peningkatan Kualitas Pengawasan Kebijakan melalui Media Tradisional di Kelurahan Noyontaansari, Jumat (21/11/2025).
Dalam forum dialog yang berlangsung interaktif, warga menyampaikan sederet persoalan yang selama ini mengganggu aktivitas mereka.
Dalam forum dialog yang berlangsung interaktif, warga menyampaikan sederet persoalan yang selama ini mengganggu aktivitas mereka.
Mulai dari jalan lingkungan yang rusak, rob yang semakin sering merendam kawasan pesisir, hingga kondisi air Kali Loji yang makin keruh dan dikhawatirkan berdampak pada kesehatan.
Warga menilai, persoalan tersebut bukan hanya menghambat mobilitas dan kenyamanan, tetapi juga ikut menekan kondisi ekonomi keluarga.
Ariston mengatakan, kehadirannya bukan sekadar agenda reses, melainkan bagian dari fungsi DPRD untuk mengawasi kebijakan pemerintah daerah. Ia memastikan seluruh aspirasi warga akan dibawa dalam pembahasan bersama Pemerintah Provinsi.
“Kami hadir untuk mendengar dan menyampaikan aspirasi panjenengan semua ke meja kedewanan. Semoga pemerintah bisa mewujudkan apa yang disampaikan hari ini,” kata Ariston.
Politikus yang akrab disapa Ariston itu juga menyoroti persoalan struktural yang dihadapi Pekalongan.
Warga menilai, persoalan tersebut bukan hanya menghambat mobilitas dan kenyamanan, tetapi juga ikut menekan kondisi ekonomi keluarga.
Ariston mengatakan, kehadirannya bukan sekadar agenda reses, melainkan bagian dari fungsi DPRD untuk mengawasi kebijakan pemerintah daerah. Ia memastikan seluruh aspirasi warga akan dibawa dalam pembahasan bersama Pemerintah Provinsi.
“Kami hadir untuk mendengar dan menyampaikan aspirasi panjenengan semua ke meja kedewanan. Semoga pemerintah bisa mewujudkan apa yang disampaikan hari ini,” kata Ariston.
Politikus yang akrab disapa Ariston itu juga menyoroti persoalan struktural yang dihadapi Pekalongan.
Berdasarkan data BNPB, pesisir Pekalongan termasuk wilayah dengan kerentanan rob tertinggi di Jateng, akibat kombinasi kenaikan muka air laut dan penurunan muka tanah. Karena itu, penanganan rob perlu dilakukan secara terpadu oleh pemerintah kota, provinsi, hingga pusat.
Di hadapan warga, Ariston memastikan akan mendorong percepatan pembangunan infrastruktur pengendali rob serta perbaikan fasilitas lingkungan yang rusak akibat genangan.
“Aspirasi panjenengan akan kami kawal sampai ada hasilnya,” tegasnya.
Lurah Noyontaansari, Eko Hardian Prasetyo, mengapresiasi kehadiran Ariston yang turun langsung mendengar keluhan warga. Menurutnya, rob dan kerusakan infrastruktur sudah menjadi persoalan utama yang butuh dukungan lintas level pemerintah.
“Harapan kami, setelah aspirasi ini disampaikan, penanganannya bisa dipercepat sehingga kenyamanan warga kembali pulih,” kata Eko.
Ia menambahkan bahwa kelurahan terus melakukan langkah sementara, namun permasalahan rob memerlukan intervensi lebih besar.
“Semoga aktivitas warga bisa kembali normal tanpa gangguan rob maupun kerusakan jalan,” pungkasnya.
Di hadapan warga, Ariston memastikan akan mendorong percepatan pembangunan infrastruktur pengendali rob serta perbaikan fasilitas lingkungan yang rusak akibat genangan.
“Aspirasi panjenengan akan kami kawal sampai ada hasilnya,” tegasnya.
Lurah Noyontaansari, Eko Hardian Prasetyo, mengapresiasi kehadiran Ariston yang turun langsung mendengar keluhan warga. Menurutnya, rob dan kerusakan infrastruktur sudah menjadi persoalan utama yang butuh dukungan lintas level pemerintah.
“Harapan kami, setelah aspirasi ini disampaikan, penanganannya bisa dipercepat sehingga kenyamanan warga kembali pulih,” kata Eko.
Ia menambahkan bahwa kelurahan terus melakukan langkah sementara, namun permasalahan rob memerlukan intervensi lebih besar.
“Semoga aktivitas warga bisa kembali normal tanpa gangguan rob maupun kerusakan jalan,” pungkasnya.



No comments:
Post a Comment