googlesyndication.com

Distribusi Gas Melon: Suara Pedagang Kaki Lima Terhadap Kebijakan KTP
Pekalongannews,Batang - Pendistribusian gas ukuran tiga kilogram atau gas melon, telah menjadi isu yang mencuat dalam lingkup para pedagang kaki lima, khususnya yang banyak didominasi oleh warga kurang mampu.

Para pedagang kaki lima, seperti Sulinah, mengekspresikan keprihatinan mereka terhadap distribusi gas melon. Mereka berharap ada kesesuaian antara konsumen dan jenis tabung gas yang harus dibeli.

Sulinah, seorang pedagang warung makan di Desa Klidang Wetan, Kabupaten Batang, menilai bahwa langkah pemerintah yang memaksa pembelian gas melon dengan menunjukkan KTP bisa menjadi solusi, asalkan tepat sasaran.

"Saya tidak keberatan jika harus menunjukkan KTP untuk membeli gas melon, asalkan itu untuk warga miskin. Jangan sampai orang kaya ikut beli gas melon, seharusnya mereka membeli sesuai taraf ekonominya," ungkapnya. 

Di sisi lain, ada dukungan dari pihak seperti Supervisor SPBU Kadilangu, Izul, yang telah menerapkan pembelian tabung gas melon dengan menyertakan KTP selama satu tahun terakhir. 

Menurut Izul, program ini mendukung pelayanan yang tepat sasaran. Jika program ini diterapkan sepenuhnya, setiap kepala keluarga hanya dapat memiliki satu KTP untuk mendapatkan gas ukuran tiga kilogram.

"Ketika ada konsumen yang datang membeli, petugas meminta untuk menunjukkan KTP, untuk didata dan dimasukkan ke dalam sistem. Pembelian bisa dilakukan jika sudah terdata dalam sistem," jelas Izul.

Meskipun rencana ini tampaknya positif, implementasinya belum sepenuhnya terealisasi oleh semua agen gas.

Beberapa agen masih belum menerapkan pembelian dengan menunjukkan KTP maupun Kartu Keluarga (KK). Oleh karena itu, terdapat tantangan dalam menjalankan program ini secara merata di seluruh wilayah.

Secara keseluruhan, distribusi gas melon dengan kewajiban menunjukkan KTP merupakan langkah maju yang mendapat dukungan sekaligus tantangan. Suara para pedagang kaki lima yang berharap agar program ini benar-benar membantu warga yang membutuhkan harus terus didengar.

Sementara itu, dukungan dari agen gas yang sudah menerapkan sistem serupa menunjukkan bahwa program ini dapat berhasil jika dijalankan dengan baik. Masyarakat perlu melihat ke depan untuk pembenahan distribusi gas melon yang lebih adil dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat kurang mampu.
 
Top