googlesyndication.com


Pekalongannews, SIDOARJO - Pondok Pesantren Progresif Bumi Shalawat Sidoarjo KH Agoes Ali Masyhuri menjodohkan Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) dengan Prabowo Subianto. Keduanya dipertemukan di ruang tertutup di sela-sela pernikahan putra Gus Ali. 

"Pun, selesai," ujar Gus Ali di Komplek Ponpes Progresif Bumi Shalawat, Tulangan, Sidoarjo, Minggu (12/3/2023) sore. 

Pertemuan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)  dengan Ketua Umum Partai Gerindra berlangsung tertutup sekitar 45 menit. Keduanya dijodohkan sebagai calon presiden dan calon wakil presiden. 

Sejumlah petinggi partai memilih menunggu di tenda yang ada di luar kediaman Gus Ali. 

Usai pertemuanz Gus Ali berpesan kepada Gus Muhaimin agar DPP PKB segera melakukan konsolidasi. Lalu mempersiapkan manajemen pemenangan dengan baik. 

"Alhamdulillah Gus Ali mendoakan pasangan kita supaya sukses," ungkapnya. 

Apakah Gus Muhaimin-Prabowo sudah fix bakal berpasangan usai pertemuan tersebut? "Moga-moga," tambahnya. 

Gus Muhaimin juga memperkenalkan Prabowo kepada sejumlah kiai yang hadir, termasuk kepada Kiai Ahmad Fuad Nur Hasan Sidogiri dan sejumlah tokoh NU Jatim. 

Senada, Prabowo Subianto juga menyatakan rasa senangnya atas pertemuan yang diinisiasi oleh Gus Ali tersebut.  Baginya, pertemuan itu ada perkembangan dibanding sebelumnya 

"Kita bertekad untuk selalu bekerjasama dengan baik supaya suasana negara dan bangsa sejuk, proses kenegaraan berjalan dengan sejuk, baik dan damai," ujarnya. 

Beberapa pejabat partai yang hadir antara lain Wakil Ketua Umum Bidang Pemenangan Pemilu DPP PKB Jazilul Fawaid, Waketum yang juga Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Sekjen Hasanuddin Wahid. 

Lalu Ketua Fraksi PKB DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, Ketua DPW PKB Jateng KH Yusuf Chudlori. 

Terlihat pula sejumlah ulama Nahdlatul Ulama (NU) antara lain Pengasuh Ponpes Denanyar Jombang Abdul Salam Shohib, Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar dan Pengasuh Ponpes Sidogiri Pasuruan KH Ahmad Fuad Nur Hasan, Wakil Bupati Pasuruan KH Mujib Imron, Rektor Unisma Prof Maskuri, serta sejumlah ulama lainnya.
 
Top