0 Comment
Keterangan Gambar : Ketua Harian Partai DPD Golkar Jawa Tengah, Dr H Wihaji. Foto: dok

Pekalongannews, BATANG - Mantan Bupati Batang Wihaji menyatakan belum mikir menyalonkan Bupati Batang di Pilkada serentak 2024 nanti.

Ia justru fokus untuk mencari strategi menguningkan Pemilu legislatif dan Pemilihan presiden RI 2024.

"Cita cita semua partai pasti sama memenangkan hari rakyat termasuk Golkar sebagai salah satu partai yang besar juga bercita cita menang pemilu. Termasuk Jateng, tentu tugas kita ikhtiar untuk hal tersebut . Minimal kursinya nambah baik DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten/kota," Wihaji yang juga ketua Harian DPD Partai Golkar Jateng.

Ia juga menyatakan saat ini fokus Pilpres dan pileg dulu, karena itu yang jadwalnya lebih dahulu ketimbang Pemilihan gubernur maupun kepala daerah atau bupati.

"Saya belum mikir mencalonkan lagi jadi Bupati Batang ataupun jadi Gubernur. Saat ini saya masih menikmati jadi rakyat Batang,” ungkapnya.

Wihaji yang kini digaet Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dipercaya sebagai staf ahlinya.

“Saat ini saya menjadi stafnya Menteri Investasi Bahlil Lahadalia untuk membantu tugas – tugas realisasi program percepatan investasi di Indonesia,” tukasnya.

Disamping itu, kesibukan Wiihaji sebagai Ketua Bapilu DPD Golkar Jateng terus intens konsoliadasi menyakinkan hati rakyat memenangkan Pemilu legislatif dan Presiden.

"Kita masih konsisten calon presiden hasil Munas Golkar, calon presiden kita tetap Bapak Airlangga Hartarto. Itu amanat Munas,”kata Wihaji.

Ia juga menyatakan telah mempersiapkan strategi menyakinkan hati rakyat untuk memenangkan Pemilu yang akan berlangsung 2024.

“Saya kira hari ini suasananya tepat disaat rakyat masih mengalami gonjangan ekonomi karena pendemi Covid-19. Oleh karena itu, Menko Perekonomian RI Bapak Airlangga Hartarto dengan segudang pengalaman ekonomi sangat cocok di calonkan menjadi Presiden,” ungkap Wihaji.

Ia juga mengatakan bahwa Airlangga Hartarto menjadi solusi untuk menjawab suasana kebatinan rakyat Indonesia untuk menentukan presiden. Apalagi didukung oleh Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

Tiga partai yang tergabung KIB yakni Golongan Karya, Partai Amanat Nasional, dan Partai Persatuan Pembangunan.

“Tiga partai yang tergabung KIB juga lagi fokus menyamakan persepsi untuk perbaikan bangsa,” katanya.



Post a Comment Blogger

 
Top