0 Comment
DANA dukung Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia

Jakarta – Perusahaan teknologi Keuangan di bidang pembayaran digital terdepan di Indonesia, DANA, mendukung Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) yang dikembangkan oleh Bank Indonesia.

"DANA juga berkomitmen pada upaya pemerintah sebagai anggota Financial Action Task Force (FATF) dalam upaya mencegah sekaligus memberantas kejahatan keuangan seperti pencucian uang dan pendanaan terorisme," ungkap
Chief Legal Officer DANA Indonesia, Dina Artarini, di Jakarta, Selasa (8/8/2022).

Dina menyebut pesatnya perkembangan inovasi di bidang teknologi keuangan perlu adanya penguatan integritas dan sistem keuangan termasuk perlindungan kepada penggunanya.

Untuk itu DANA sangat menyambut baik ajakan Bank Indonesia berpartisipasi sebagai spoke person pada on site visit Mutual Evaluation (ME) oleh tim asesor FATF.

Ia melanjutkan, DANA melalui dompet digital dipercaya Bank Indonesia untuk berpartisipasi mewakili industri sistem pembayaran dalam rangkaian proses keanggotaan penuh Indonesia di FATF.

Selain itu pihaknya juga patuh mengikuti proses yang berlaku serta berkomitmen mendukung penuh agenda yang sudah berjalan baik tersebut.

Kemudian DANA berkesempatan menyampaikan praktik terbaik pemanfaatan regtech dalam penerapan prinsip KYC atau 'Know Your Customer' termasuk penerapan tindakan pencegahan pencucian uang dan pendanaan terorisme dalam penyelenggaraan sistem pembayaran.

"Besar harapan kami, keterlibatan DANA mampu menyempurnakan langkah Indonesia menjadi negara dengan integritas dan stabilitas sistem keuangan yang diakui dengan mendukung penuh pencegahan kejahatan pencucian uang maupun pendanaan terorisme di sektor keuangan," paparnya.

Sebagai antisipasi terhadap berbagai kemungkinan ancaman pengguna maupun sistem keuangan digital, DANA telah melakukan berbagai upaya seperti keamanan yang berlapis dan aktif bekerja sama dengan Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil).

Dina menjelaskan untuk melakukan verifikasi pengguna sesuai dengan identitas penduduk resmi, hal tersebut juga turut membekali setiap karyawan DANA mengenai edukasi anti money laundering dalam proses bisnis yang berlangsung.

Sejalan dengan salah satu prinsip DANA dalam memberi layanan keuangan digital, yaitu keamanan. DANA juga senantiasa memperkuat sistem keamanannya dengan menerapkan zero data sharing policy dengan mengadopsi sistem berstandar internasional seperti sertifikasi ISO 27001:2013 maupun PCI-DSS, dan memitigasi risiko lewat teknologi Risk Engine.

Kini, kemudahan proses KYC untuk melakukan verifikasi juga didukung oleh hadirnya DANA VIZ (Visual Identity AuthoriZation) yang mampu mengautentifikasi wajah tidak hanya untuk melakukan login aplikasi, tetapi juga untuk membayar transaksi.

Dengan begitu, bertransaksi menggunakan DANA semakin aman dan juga memenuhi penguatan pelaksanaan APU PPT di mana pengguna terlindungi atas keamanan dana, data, serta adanya verifikasi atas transaksi miliknya.

“Jadi kami masih akan terus bekerja sama secara berdampingan dengan seluruh pihak terkait untuk menyukseskan agenda Pemerintah, untuk menjadikan Indonesia sebagai anggota penuh FATF hingga keputusan FATF yang direncanakan jatuh pada Februari 2023 mendatang,” pungkasnya.

Post a Comment Blogger

 
Top