Bencana ini dipicu hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut sejak Jumat malam hingga dini hari. Curah hujan tinggi dalam durasi panjang membuat sistem drainase dan aliran sungai tidak mampu menampung debit air, sehingga meluap ke permukiman warga.
Akibat banjir tersebut, ribuan rumah warga terendam dengan ketinggian air bervariasi, mulai dari 50 sentimeter hingga lebih dari satu meter.
Di beberapa lokasi, ketinggian air bahkan dilaporkan mencapai 1,5 meter. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat lumpuh total dan memaksa warga menghentikan kegiatan sehari-hari.
Sejumlah wilayah dilaporkan menjadi titik terparah banjir, di antaranya Kelurahan Tirto dan Kelurahan Pringrejo di Kota Pekalongan, serta kawasan padat penduduk lainnya di wilayah kabupaten.
Air yang datang secara tiba-tiba membuat banyak warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga. Perabot rumah tangga, alat elektronik, hingga kendaraan warga terendam banjir.
Banjir juga berdampak pada terganggunya mobilitas masyarakat. Sejumlah ruas jalan utama di Kota dan Kabupaten Pekalongan tidak dapat dilalui kendaraan karena genangan air yang cukup dalam.
Kendaraan roda dua dan roda empat terpaksa berhenti beroperasi, menyebabkan arus lalu lintas di beberapa titik terputus.
Ratusan warga terdampak memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman, seperti rumah kerabat, kantor kecamatan, serta posko darurat yang telah disiapkan pemerintah daerah. Proses evakuasi hingga kini masih terus dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan bersama unsur TNI, Polri, dan relawan.
Petugas juga melakukan pemantauan intensif terhadap ketinggian air serta bersiaga di lokasi-lokasi rawan banjir.
Salah satu warga terdampak, Sobirin, mengatakan banjir kali ini merupakan yang terparah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Menurut dia, air masuk ke dalam rumahnya hingga setinggi sekitar 1,5 meter, sehingga memaksa keluarganya mengungsi ke kantor kecamatan.
“Ini paling parah. Lebih tinggi dari tahun sebelumnya,” kata Sobirin.
Hingga Saat ini , belum ada laporan korban jiwa akibat banjir di Pekalongan. Meski demikian, warga diimbau tetap waspada mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih berpeluang terjadi dalam beberapa waktu ke depan.



No comments:
Post a Comment