0 Comment
brand Dhe-Ghe sudah dirintis sejak akhir tahun 90 an oleh sekelompok anak muda yang merantau ke Kota Pekalongan
Pekalongan News, Kota Pekalongan - Bagi anda yang kerap mengenakan seragam kekinian lengkap dengan atribut atau emblem yang menjadi ciri khas dinas maupun komunitas, tentu tidak asing lagi dengan brand 'Dhe-Ghe'.

Mau bikin seragam pasti ingat Dhe-Ghe, merek ini bagi warga Pekalongan dan sekitarnya sudah begitu masyhur sebagai ahlinya seragam bordir.

Tahukah anda brand Dhe-Ghe sudah dirintis sejak akhir tahun 90 an oleh sekelompok anak muda yang merantau ke Kota Pekalongan.

"Nama itu gak sengaja kepakai. Niatnya waktu itu hanya untuk mempermudah mengurus perizinan dan gampang diingat," ungkap Haji Nur Fuad (45) pemilik usaha seragam bordir Dhe-Ghe, Minggu (20/2/2022).

Ia pun menjelaskan, Dhe-Ghe itu akronim dari 'Demak Group' karena kebetulan berasal dari Kabupaten Demak yang merantau bersama di Kota Pekalongan.

"Saya dan teman-teman menjalankan usaha patungan dengan bendera DG atau Dhe-Ghe, belakangan masing-masing sukses menjalankan bisnis sendiri dan Dhe-Ghe tetap saya teruskan sebagai merek dagang," beber Haji Nur Fuad saat berbincang di kediaman sekaligus tempat usaha.

Ia menuturkan usaha bordir yang dijalani berawal dari sebuah konter di lantai atas Matahari Mall kemudian usaha berkembang hingga akhirnya bisa memiliki tempat sendiri di Jalan Samudera Pasai, Perumahan Sidomukti, Kelurahan Panjang Baru, Kota Pekalongan.

Upaya membesarkan brand Dhe-Ghe Selain tekun dan kerja keras, lanjut dia, menjaga kepercayaan pelanggan itu juga sangat penting sehingga dari dulu pihaknya selalu konsisten mengedepankan kualitas produk dan ketepatan waktu.

"Itu yang saya selalu jaga dari mulai merintis atau pada saat pengerjaan masih manual hingga sekarang punya mesin produksi untuk meningkatkan kecepatan dan kuantitas produksi," papar pria tiga anak ini.

Namun demikian, usaha selalu diuji oleh pasang surut pasar atau keadaan serba sulit seperti sekarang ini seperti dua tahun terakhir omset turun drastis, demikian juga dengan unit produksi tidak seperti sebelumnya.

"Dulu dalam satu bulan omset bisa di atas Rp 100 juta, namun sekarang sudah jauh berada di bawahnya," terangnya.

Adapun di unit produksi, dalam satu bulan hanya mampu mengerjakan rata-rata 1500 potong seragam dengan karyawan tersisa 7 orang.

Ada satu keunikan dari brand Dhe-Ghe di mana pesanan tidak harus berjumlah banyak. Selain kaos, pemesanan seragam bordir bisa satuan. Khusus kaos minimal 30 potong.

Untuk seragam bordir satuanya dihargai mulai dari Rp 130 ribu hingga Rp 200 ribu, Jasket mulai dari Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu dan kaos mulai dari Rp 45 ribu hingga Rp 125 ribu.

"Pengerjaanya menggunakan mesin bordir komputer, satu kali beroperasi bisa langsung 12 potong," ujarnya.

Post a Comment Blogger

 
Top