0 Comment
Fanta Muzakir mengaku pusing memikirkan tagihan air membengkak hingga Rp 6,9 juta.

Pekalongan News, Batang - Warga Jalan Ahmad Yani, Sawahan, Kelurahan  Kauman, Batang, bernama Fanta Muzakir (30) mengaku pusing memikirkan tagihan air dari Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Sendang Kamulyan yang membengkak hingga Rp 6,9 juta.

"Saya merasa tidak menggunakan air sebanyak itu wong cuman tinggal berdua dengan istri tapi kok tagihanya bengkak tidak masuk di akal," keluh Fanta saat ditemui, Kamis (17/2/2022).

Ia pun menjelaskan kalau selama ini penggunaan air wajar saja tidak berlebihan karena kebutuhanya hanya untuk mandi dan mencuci, sementara kebutuhan minum menggunakan air Reverse Osmosis (RO).

"Biasanya tagihan bulanan hanya Rp 140 ribu namun tiba-tiba saja di bulan Januari bengkak menjadi 50 kali lipat lebih," jelasnya.

Fanta menuturkan rata-rata pemakaian air dalam satu bulan hanya 9-10 kubik, tapi mendadak di bulan Januari menjadi 513 kubik.

Dirinya mengaku baru tahu pemakaian air membengkak dari petugas yang mengingatkan bahwa pemakaian air tidak wajar dan diminta untuk mematikan lantaran tagihanya membengkak.

Sambil menunjuk meteran air di samping belakang rumahnya, Fanta menyebut tidak ada keanehan atau kebocoran jaringan karena saat dilakukan pengecekan tidak ada tanda-tanda air merembes atau menggenang.

"Kalau memang bocor harusnya tekanan air di kran kecil, tapi ini masih kencang," terangnya.

Tak tahan dengan kondisi tersebut, Fanta sempat protes ke petugas layanan di perusahaan air minum milik pemerintah daerah tersebut.

Dari hasil mediasi petugas memberikan dua solusi yakni tetap membayar tagihan dengan pengurangan 50 persen atau sebesar Rp 3,5 juta.

Solusi lainnya dilakukan pembongkaran jaringan oleh petugas secara gratis untuk memastikan kebocoran namun material perbaikan disediakan oleh pelanggan.

Tak puas dengan solusi yang diberikan, Fanta akhirnya mengadukan persoalan tersebut kepada Bupati Batang Wihaji melalui saluran layanan online 'Curhat Wihaji' namun belum mendapatkan respon.

"Saya merasa seperti sedang dikerjai, karena aliran air ke rumah diputus masih menanggung beban bayar tagihan tanpa ada solusi memuaskan," keluhnya.

Post a Comment Blogger

 
Top