0 Comment
Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Diponegoro (Undip) Pekalongan, menggelar Kuliah Kerja Lapangan (KKL) secara daring

Pekalongfan News,  Pekalongan - Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Diponegoro (Undip) Pekalongan, menggelar Kuliah Kerja Lapangan (KKL) secara daring khususnya untuk D3 Akuntansi. Pelaksanaan KKL daring tersebut merupakan bagian dari kegiatan tematik online.

Kepala Program Studi (Kaprodi) D3 Akuntansi PSDKU Undip Pekalongan,  Moch Didik Ardiyanto, mengatakan kondisi Pandemi Covid 19 tidak menutup kesempatan dunia pendidikan kampus untuk melaksanakan kewajiban KKL.

"Perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan KKL tetap berlangsung meski secara daring yang artinya sudah sesuai dengan protokol kesehatan," katanya, Sabtu (10/4/2021).

Disebutkan, peserta KKL tematik online diikuti oleh 100 mahasiswa D3 akuntansi angkatan 2018-2019 dengan tema yang dipilih 'Membangun Sinergi Milenial Berdaya Saing Dalam Adaptasi Pandemi Yang Transparan dan Akuntanbel' dan mengundang narasumber dari kalangan profesional dan akademisi seperti Dirut PT Phapros, Hadi Kardoko, General Manager Human Capital PT Kimia Farma, Hastuti Assauri dan IKA Undip, Achmad Faiz Falachi.

Berbagai tips atau kiat bisnis yang dipaparkan narasumber seperti PT Phapros Tbk pada kesempatan pertama memilih berbagi strategi survive di masa pandemi kepada keluarga besar D3 vokasi Akuntansi Undip.

Dalam paparanya Dirut PT Phapros, Hadi Kardoko, menyebut industri farmasi masih bisa tumbuh cukup signifikan apabila menghasilkan produk untuk kebutuhan yang langsung berkaitan dengan Covid 19, namun bila tidak maka akan sulit mencapai pertumbuhan yang ideal.

Dia mencontohkan, PT Phapros Tbk  yang merupakan satu di antara anak usaha dari PT Kimia Farma Tbk telah melakukan agile dalam beradaptasi dengan kondisi pandemi seperti mengubah portofolio produk maupun mempercepat pengembangan produk yang terkait langsung dengan Covid 19.

"Di bagian Research and Development (R&D) dalam pengembanganya melibatkan semua lini di semua fungsi operation dan manufaktur sehingga PT Phapros berhasil bertahan dengan performance yang sangat baik," paparnya.

Hadi Kardoko menuturkan, hampir semua konsumen tahu bahwa produk unggulan PT Phapros adalah Antimo yang sangat femiliar dengan jargon 'teman perjalanan anda' namun pada saat penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskla Besar (PSBB) sudah tidak relevan lagi karena ada larangan keluar rumah atau bepergian.

Akibatnya performance Antimo sebagai teman perjalanan anda menurun di sepanjang tahun 2020, namun tim perusahaan tidak tinggal diam. Strategi mendorong performance produk yang related dengan Covid 19 pun digenjot seperti multi vitamin 'Becefort' dan produk related lainya.

"Pada saat itu kami sempat berkejaran dengan waktu untuk mendorong produk inovasi yang menjadi unggulan di masa pandemi dan akhirnya cukup berhasil melakukanya," ungkapnya.

Selain itu, tambahnya, PT Phapros yang juga perusahaan publik mengutamakan penerapan prinsip good corporate governance (CGC) yang sangat transparan dan akuntabel dalam perjalanan bisnisnya.

"Untuk kami sangat terbuka bagi mahasiswa D3 Akuntansi dan para akademisi untuk melakukan penelitian ilmiah" tantangnya.

Post a Comment Blogger

 
Top