0 Comment
150 warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) kelas IIA Rowobelang, Kabupaten Batang, diusulkan untuk mendapat remisi di Hari Kemerdekaan RI 
Kabupaten Batang - Sebanyak 150 warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) kelas IIA Rowobelang, Kabupaten Batang, diusulkan untuk mendapat remisi di Hari Kemerdekaan RI atau 17 Agustus 2020 nanti.

"Kami sudah usulkan sebanyak 150 an warga binaan agar dapat remisi di Agustus ini," ungkap Kepala Rutan Rowobelang, Rindra Wardana, disela kegiatan makan bersama antara petugas dan warga binaan di Aula Rutan setempat, 
Senin (3/8/2020).

Rindra mengatakan, jumlah warga binaan Rutan Rowobelang saat ini sebanyak 285 orang, termasuk di antaranya adalah 10 warga binaan  perempuan.

Adapun kasus yang mendominasi atau yang menjerat warga binaan adalah narkoba, disusul kasus pidana umum lainya.

Sementara itu pelaksanaan kegiatan makan masakan daging kurban bersama petugas dan warga binaan, berlangsung dalam suasana akrab dan gembira.

Kendati kegiatan makan bersama di Hari Raya Idul Adha merupakan hal yang biasa tiap tahunya, namun karena masih dalam suasana pandemi covid-19, pelaksanaanya pun sempat dibatalkan karena mengikuti protokol kesehatan.

"Sebenarnya agenda makan bersama seperti ini sudah kami rencanakan sebelumnya namun karena sekarang sudah berangsur menuju new normal maka baru dilangsungkan hari ini," imbuh

Dikatakan, Rindra, suasana Hari Raya Kurban di era new normal atau adaptasi baru, Rutan Rowobelang banyak mendapatkan perhatian dari luar. Hal tersebut dibuktikan dari banyaknya hewan kurban yang didapat dari pihak lain atau luar rutan.

"Tahun ini kami mendapatkan tujuh hewan kurban berupa sapi satu ekor dan kambing enam ekor. Sapi berasal dari mantan bupati,  kambing dari wakil bupati, anggota DPRD dan beberapa kolega lainya," tetang Rindra.

Rindra, menjelaskan, kegiatan makan bersama antara warga binaan dengan petugas Rutan Rowobelang merupakan wujud rasa syukur untuk menjalin silaturahmi.

"Jadi acara ini sebagai bentuk hiburan bagi mereka warga binaan selama masa pandemi tidak bisa berkumpul bersama," ujar Rindra.

Post a Comment Blogger

 
Top