Tanam Ribuan Mangrove, Selamatkan Pesisir Pantai Batang

December 09, 2017
Pekalongan News
Dengan menanam mangrove banyak nilai tambah peningkatan ekonomi
Kabupaten Batang
Wakil Ketua PMI Pusat Bidang Penanggulangan Bencana Letjen Purn TNI Sumarsono mengatakan pohon mangrove berguna untuk meminimalisir bencana abrasi dan pemanasan global. Selain itu juga bisa sebagai tambahan penghasilan masyarakat.
"Oleh karena itu, saya mengajak masyarakat pesisir pantai Kabupaten Batang untuk menanam mangrove," kata Sumarsono saat menutup Program Pengurangan Resiko Terpadu Berbasis Masyarakat ( PERTAMA ) wilayah Pesisir tahap II tahun 2015-2017 Pantai Kalisono Batang, Jumat (8/12).
Menurutnya, jika ada nilai tambah untuk penghasilan guna meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir namun kalau menanam mangrove hanya perintah saja, masyarakat menilai hanya menghabiskan tenaga.

Ia juga mengatakan dengan menanam mangrove banyak nilai tambah peningkatan ekonomi, karena tanaman tersebut bisa dijadikan berbagai ragam seperti minuman sirup,bahan baku arang battery, sarang lebah, sebagai tempat persemaian kepiting soka dan juga ada pusat edukasi mangrove sebagai rekreasi atau destinasi wisata sehingga mendongkrak ekonomi masyarakat.
“Jadi harus punya nilai ekonomis, sehingga masyarakat akan bergerak sekaligus untuk mengurangi abrasi dan meminimalisir bencana,” katanya
50 ribu tanaman mangrove dan cemara telah di tanama lanjut Letjen Purn TNI Sumarsono, pada tahap pertama untuk program PRATAMA, namun penanamannya lebih dari itu, karena kita bekerjsama dengan stakeholder untuk penanaman di 17 titik sebanyak.
“Mari berpartisipasi untuk menjaga lingkungan, karena siapa lagi kalau bukan kita dan kapan lagi kalau bukan sekarang,” tuturnya.
Sumarsono juga mengatakan bahwa Kabupaten Batang dalam program PRATAMA cukup berhasil, karena dari segi organiasi dan SDMnya PMI Batang bersama relawanya dan masyarakatnya sangat mendukung.

Sekretaris Daerah Kabupaten Batang Nasikhin juga mengatakan, keberhasilan dalam menanam mangrove dan cemara sangat membantu untuk meminimalisir bencana abrasi dan bencana lainya. Hal ini bisa dilihat disaat daerah tetangga mengalami abrasi besar namun secara umum Kabupaten Batang aman dari abrasi.
“ Setelah kita gencar menanam mangrove dan cemara laut di pesisir pantai memiliki pengaruh sangat besar. Untuk itu jangan puas dengan apa yang ada, tetap mendata dan menginventarisir titik – titik mana yang harus di tanamai mangrove, sehingga dari 50 km pantai yang kita miliki tertanami semua,” kata Nasikhin yang ikut dalam menanam mangrove.
Ketua PMI Kabupaten Batang Akhmad Thoufik mengatakan, kegiatan clossing Program PRATAMA dengan tema beraksi lokal berdampak global dengan penanaman mangrove sebanyak 1000 bibit dan cemara sebanyak 500 bibit, yang di tanam di lokasi Sungai Sono dan turus jalan wisata Ujung – Negoro sebanyak 12000 Mangrove
"3000 cemara di tanam disepanjang jalan pantai Sigandu – Ujungnegoro dan Kedung Segog yang di tanam oleh 400 orang relawan PMI yang terdiri dari Sibat, pelajar, komunitas, masyarakat dan stokeholder,” jelasnya.
Nampak puluhan personel kodim 0736 Batang dan Personel Polres Batang  turut menanam mangrove bersama elemen masyarakat.

Share this

Koran online pekalongan dan sekitarnya adalah portal lokal wong pekalongan dan daerah sekitarnya yang bertujuan memberikan informasi berita berita lokal yang ada di pekalongan dan sekitarnya

Related Posts