Dirjen Perikanan Tangkap, Ajak Nelayan Batang Tangkap Ikan Di Utara Papua

July 29, 2017
Ditjen Perikanan Tangkap Kementrian Kelautan dan Perikanan, Syarif Widjaja mengajak para nelayan Batang untuk mengangkap ikan di laut utara Papua karena potensi besar perikanan di sana belum banyak yang menggarap.

"Saya tawarkan kepada nelayan Batang untuk menagkap ikan di utara Papua karena masih kosong dan belum tersentuh oleh jaring nelayan, jadi silahkan yang mau kesana kami bantu," ucap Syarif saat memberikan sambutan dalam kegiatan Sosialisasi Peningkatan Permodalan Nelayan di Aula nelayan TPI Batang, Jum'at (28/7/17).

Dikatakan Syarif setelah adanya pelarangan perusahaan perikanan asing beroprasi di Indonesia dan kapal asing pun banyak yang ditendang keluar Indonesia, potensi perikanan laut mulai bertumbuh sehingga jumlah ikan jauh lebih melimpah.
"Saat ini jumlah ikan terus tumbuh dan potensinya melimpah maka ini kita atur untuk berbagi rejeki. Untuk nelayan kecil di bawah 10 GT silahkan mencari ikan hingga empat mil laut dari pantai, sedangkan untuk kapal 10-30 Gt silahkan melaut 4-12 mil dari garis pantai dan biarkan nelayan diatas 30 GT yang memiliki kemampuan melaut diatas 12 mil untuk lebih jauh mencari ikan," papar Syarif.
Dengan adanya pembagian wilayah tangkap bagi nelayan, kata Syarif, diharapkan kapal yang besar-besar ini jangan sampai ndlangsak atau masuk mencari ikan di kawasan yang diperuntukan bagi nelayan kecil. 

Meski demikian dominasi asing yang ingin masuk ke Indonesia terus mencari celah agar bisa kembali mencari ikan di laut Indonesia terutama mengakali kemungkinan bisa mencari ikan di Zona Ekonomi Esklusif (ZEE) dan laut lepas.
"Mereka melakukan itu karena berpikir di kawasan tersebut tidak ada nelayan lokal yang mampu menjangkau wilayah laut lepas, tapi mereka salah," ujar Syarif.
Syarif menjelaskan banyak kapal nelayan lokal ukuran 150 GT mencari ikan hingga ke laut India, Madangkaskar, Andaman yang nota bene melebih ZEE dan laut lepas di Luar Indonesia yang artinya kita tidak akan pernah memeberikan kesempatan kepada kapal asing untuk beroprasi di di zona tersebut.
"Jadi ini kesempatan bagi nelayan lokal untuk bisa mencari ikan dengan aman dan nyaman namun tetap dengan aturan yang berlaku seperti penggunaan alat tangkap yang legal tidak melanggar," tandasnya.

Share this

Related Posts