138 Ahli Waris Telah Terima Klaim Ansuransi Nelayan

July 29, 2017
Pekalongan News
Ditjen Perikanan Tangkap Kementrian Kelautan dan Perikanan bersama BRI menyalurkan bantuan pinjaman modal kepada nelayan cantrang di Gedung Pertemuan Nelayan TPI Batang
Kabupaten Batang

Sejak Oktober 2016 hingga Juli 2017 pemerintah telah membayarkan klaim ansuransi kepada 138 ahli waris nelayan yang meninggal di laut. Dirjen Perikanan Tangkap Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) Syarif Widjaja mengatakan hal tersebut saat memberikan sambutan dalam sosialisasi peningkatan permodalan nelayan di Gedung Pertemuan Nelayan, Kabupaten Batang, Jum'at (28/7/17).

Menurut Syarif pembayaran klaim tersebut merupakan bagian dari program ansuransi satu juta nelayan yang digulirkan oleh KKP sejak tahun lalu sangat berperan membantu keluarga nelayan dalam memenuhi kebutuhan seperti sekolah dan melanjutkan hidup ahli waris.
"Jadi keluarga atau ahli waris nelayan tetap bisa melanjutkan hidup dengan klaim yang dibayarkan oleh pemerintah," ucap Syarif.
Syarif menjelaskan, pemerintah membantu pembayaran premi sebesar Rp 175 ribu pertahun kepada keluarga nelayan dan menjaminya di tahun pertama, untuk tahun berikutnya pemerintah mendorong keluarga nelayan untuk bisa mandiri dalam membayar premi.
"Kita bantu ditahun pertama saja selanjutnya saya harapkan mereka bisa secara mandiri," jelas Syarif.
Syarif mengungkapkan, klaim yang dibayarkan pemerintah kepada ahli waris nelayan sebesar Rp 200 juta apabila yang bersangkutan meninggal di laut, sedangkan untuk yang meninggal di darat pemerintah akan membyarkan klaim sebesar Rp 160 juta.
"Untuk nelayan yang mengalami cacat maka akan diberikan klaim sebesar Rp 100 juta, demikian juga nelayan yang sakit bisa mengajukan klaim dan akan dibayar Rp 20 juta," ungkapnya.
Sementara itu Kepala Pemasaran Divisi Program Pangan dan Kemitraan 
Bank Rakyat Indonesia (BRI) Pusat, Agus Sunaryo menambahkan, di Jawa Tengah pihaknya telah menyalurkan bantuan pinjaman permodalan kepada 38.809 nelayan senilai Rp 1,05 triliun.
"Khusus nelayan cantrang, di Jateng BRI telah menyalurkan bantuan pinjaman modal sebesar Rp 131 miliar untuk 201 orang nelayan, sedangkan yang sudah melakukan penggantian alat tangkap cantrang, BRI telah menyalurkan bantuan pinjaman modal sebesar Rp 51 miliar untuk 31 nelayan," papar Agus.
Program pendampingan dan penggantian alat tangkap cantrang, kata Agus, dibiayai oleh BRI hasil dari kerjasama dengan KKP tanpa batasan pinjaman asal memenuhi syarat.
"Kami akan permudah untuk akses permodalan sehingga nelayan bisa terbantu untuk mengganti alat tangkapnya," tandasnya.

Share this

Related Posts