0 Comment
Lomba membuat telur ayam agar bisa berdiri tegak saat tepat tengah hari menjadi puncak acara ritual Pekcun yang digelar Umat Khonghucu di Kota Pekalongan. Kegiatan yang berlangsung, Selasa (30/5/17) di objek wisata Pasir Kencana mampu menyedot ribuan masyarakat.

Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN), Bratayana Ongko Wijaya mengatakan, Pek Cun atau Tuan merupakan ajaran atau tuntunan yang termuat didalam kitab suci umat Khonghucu untuk melakukan ibadah besar kepada Tuhan YME pada saat kondisi alam mengalami disharmoni.
"Kondisi tersebut ditandai dengan letak tata surya khususnya matahari, bumi dan bulan dalam keadaan saling tarik menarik yang berdampak medan magnet ekstrim di bumi," papar Bratayana.
Pada saat kondisi demikianlah, sambung Bratayana, mengingatkan agar umat Khonghucu diminta eling dan taqwa. Eling atau ingat, katanya lagi, bahwa manusia bukanlah apa-apa dibanding alam semesta ini.

Sedangkan taqwa, lanjutnya, merupakan kejadian alam yang dimaknai tidak dengan hukuman. Selanjutnya Bratayana menjelasakan fenomena menegakan telur saat matahari tepat diatas kepala karena faktor wuse atau atau ngosi yang berlangsung antara pukul 11.00 hingga pukul 13.00 siang.
"Kondisi wuse atau ngose itu saat matahari, bumi dan bulan berada dalam posisi garis lurus hingga akhirnya membentuk medan magnet yang sangat besar," ucapnya.
Wakil Walikota Pekalongan, Saelany Maghfud yang membuka acara sangat berharap tradisi Pekcun yang berlangsung rutin mampu menarik wisatawan dan menjadi promosi pariwisata.
"Hal tersebut nantinya akan meningkatkan perekonomian Kota Pekalongan," ujarnya.
Terkait dengan selamatan berupa sedekah laut, kata Saelany, semoga saja mampu berdampak baik bagi nelayan Kota Pekalongan agar ada peningkatan hasil tangkapan.
"Semoga ada manfaatnya bagi nelayan setempat termasuk keselamatan dalam mencari ikan di laut," tutupnya.

Post a Comment Blogger

 
Top