0 Comment
Pekalongan News
Drama Simulasi yang di lakukan BPBD dan PMI Kabupaten Batang, Dalam Pencanangan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional yang berlangsung di Desa Klidang Lor dan Kelurahan Karangasem Utara
Kabupaten Batang 
Akibat hujan deras yang mengguyur kota Batang selama satu hari penuh.  Dua Desa yang terletak di tepi sungai Sambong Batang yaitu Karangasem Utara dan Desa Klidang Lor terendam banjir dan rob.

Kejadian tersebut Ternyata hanya  drama Simulasi yang di lakukan BPBD dan PMI Kabupaten Batang, Dalam rangka Pencanangan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional yang berlangsung di Desa Klidang Lor dan Kelurahan Karangasem Utara, Rabu (26/4) .

Saat di temui dalam kegiatan simulasi tersebut ketua PMI Kabupaten Batang Achmad Tofik  mengatakan,  dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional  di gelar  simulasi serentak di seluruh wilayah Indonesia. 
 "Simulasi ini agar terciptaanya masyarakat yang tanggap dan siaga bencana untuk meminimalisir korban dari bencana itu sendiri,” jelas Thofik.
Pelaksanaan simulasi juga melibatkan peran aktif seperti PMI, BPBD, TNI/Polri dalam hal ini Kodim 0736 Batang dan Polres Batang , Siswa, PT Bimasena Power Indonesia, Sibat, pemerintah dan masyarakat desa/Kelurahan serta stakeholders lain.

Peserta simulasi  sekitar 320 orang sebagai satu kesatuan masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Batang secara utuh Mengingat semua kegiatan khususnya di program PRATAMA PMI harus terukur, maka pada simulasi banjir PMI Batang juga.mengundang 20 orang yang berasal dari PMI Pusat, American Red Cross (AMCROSS), PMI Jateng".

Thofik juga mengatakan Di Kabupaten Batang dalam kegiatan penanggulangan bencana sudah secara terpadu antara PMI dan BPBD selaku lembaga yang secara langsung terkait dengan pencanangan HKBN akan melaksanakan 2 agenda yaitu Simulasi bencana Banjir di Desa Klidang Lor dan Kelurahan Karangasem Utara, serta penyelamatan korban dari gedung bertingkat diarea Pemkab Batang.
  "Kegiatan simulasi bencana banjir, terkoneksi secara langsung dengan Program Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Masyarakat (Pratama) Wilayah  Pesisir PMI Kabupaten Batang, sehingga peran desa dan kelurahan menjadi aktor utama sebagai pelaku simulasi dengan tujuan terciptanya masyarakat yang siaga dan tanggap pada bencana yang memang biasa terjadi di wilayah simulasi," beber Thofik.

Ketua PMI Kabupaten Batang juga berharap untuk simulasi ini dapat disempurnakan dari masukan semua komponen yang terlibat agar menjadi lebih baik.
 "Sedikit yang perlu dibanggakan dalam merespon pelaksanaan pencanangan HKBN, sesuai dengan data yang diterima PMI Batang menempati urutan ke 2 setelah Ternate dalam kesiapan mendukung acara kesiapsiagaan,” pungkas Thofik.


Post a Comment Blogger

 
Top