1 Comment
Dalam Rangka Hari Jadi Kota Pekalongan ke-111 Tahun 2017


Foto : dokumen jendela pekalongan
Siaran Pers
Dalam Rangka memeperingati hari jadi ke 111 , Pemkot Pekalongan akan memfasilitias sejumlah komunitas untuk mengelar kegiatan jelajah kota lama. Yang dikemas dalam “Arjati Heritage Walk 111” adalah upaya untuk memperkenalkan Kota Pekalongan pada usia ke-111 yang kaya akan warisan budaya percampuran tiga etnis, yaitu Arab, Jawa dan tionghoa dan disingkat Arjati.   

Sejumlah komuitas yang terlibat diantaranya Komunitas Fest.Kalongan, Pekalongan Heritage Community, Jendela Pekalongan, Blogger Pekalongan, Akademi Berbagi Pekalongan,Kamera Lubang Jarum Indonesia, Stand Up Commedy Pekalongan dan sejumlah mahasiswa dari komunitas EXSARA (ekspedisi sejarah Indonesia).

Kegiatan ini untuk menjawab tantangan, banyaknya masyarakat Kota Pekalongan khususnya generasi muda yang mulai melupakan sejarah. Hal ini tercermin dari kurangnya wawasan dan pengetahuan mengenai sejarah terutama sejarah lokal Kota Pekalongan. Kenyataan ini sangat disayangkan dalam usaha untuk membentuk masyarakat khususnya generasi muda yang berkarakter. Kurangnya kepedulian terhadap wawasan kearifan lokal ini mengakibatkan nilai-nilai sejarah terutama sejarah lokal Kota Pekalongan sudah mulai dilupakan. 

Padahal Kota Pekalongan banyak memiliki banyak situs sejarah peninggalan VOC maupun Hindia Belanda yang lambat laun mulai tergusur oleh sebuah kepentingan yang mengatasnamakan ekonomi. Situs-situs tersebut seharusnya dapat diakomodir dalam sebuah kegiatan semacam studi tour wisata sejarah yang tentu saja lebih memiliki nilai edukatif. Tema kegiatan “Arjati Heritage Walk 111” adalah upaya untuk memperkenalkan Kota Pekalongan pada usia ke-111 yang kaya akan warisan budaya percampuran tiga etnis, yaitu Arab, Jawa dan tionghoa dan disingkat Arjati.   

Upaya promosi yang dapat dilakukan oleh pemerintah dan komunitas untuk meningkatkan jumlah pengunjung ke situs-situs sejarah tersebut antara lain dengan merancang sebuah kegiatan tour wisata sejarah dengan mengunjungi situs-situs sejarah yang ada di Kota Pekalongan. Kegiatan ini dapat dimasukkan dalam agenda perayaan hari jadi  Kota Pekalongan ataupun event-event lainnya. Penataan konsep yang inovatif dan edukatif akan menggugah minat wisatawan untuk berkunjung.

Semua masalah di atas berpangkal pada satu masalah yaitu, kurangnya pemahaman akan wawasan sejarah, baik itu dari pegawai dinas terkait, masyarakat, terutama generasi muda. Oleh karena itu, sebaiknya pembelajaran mengenai sejarah lokal Kota Pekalongan perlu digagas untuk bisa diterapkan sebagai muatan lokal. Jangan sampai generasi muda mengenal sejarah nasional tapi tidak mengenal sejarah dari daerahnya sendiri. Jika hal itu terjadi, maka perlahan-lahan Kota Pekalongan akan kehilangan identitas kelokalannya. 

Melalui kegiatan ini, kedepannya diharapkan tidak akan ada lagi kisah seperti tugu nol kilometer yang digunakan untuk tempat berjualan kuliner, gedung Karesidenan yang lebih sering digunakan untuk acara pernikahan/ acara pribadi, yang diakibatkan oleh kurangnya pemahaman sebagian masyarakat mengenai kesejarahan. Dalam rangka hari jadi Kota Pekalongan yang ke 111, tentu saja ini merupakan moment yang tepat untuk mengembalikan identitas kelokalan Kota Pekalongan yang mulai pudar. 
                                                                                                                 
                                                                                                               Angga Panji Wijaya
                                                                                                                 Jendela Pekalongan 

Post a Comment Blogger

 
Top