Gagalkan Aksi Penyelundupan Narkoba, Dua Anggota Lapas Kelas IIA Pekalongan Diusulkan Naik Pangkat

February 23, 2017
Kalapas Kelas IIA Pekalongan M Hilal saat jumpa pers , Kamis (23/2/17) 
Kota Pekalongan
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekalongan, M Hilal berencana mengajukan kenaikan pangkat bagi tiga orang anggotanya yang berjasa mengungkap upaya penyelundupan narkoba ke dalam Lapas pada Rabu 22 Febuari 2017. Bahkan satu diantaranya berhasil membekuk pelaku utama alias otak dari aksi penyelundupan narkoba dengan modus memasukan narkoba ke dalam kacang kulit yang akan diberikan kepada target melalui pembesuk.
"Besok kami akan menghadap langsung ke Kantor wilayah di Semarang untuk mengusulkan kenaikan pangkat istimewa," ungkap M Hilal saat jumpa pers, Kamis (23/2/17).
Hilal menyebut, anggotanya pantas mendapatkan apresiasi hingga dirinya sendiri yang akan maju mengusulkan ke Dirjen Pemasyarakatan, Sekretaris Jendral dan Menteri Hukum dan Ham.

Sejauh ini kata Hilal, prestasi hebat yang ditorehkan oleh salah satu anggotanya yang dengan keberanian tinggi membekuk otak dari pelaku penyelundupan narkoba saat di Stasiun Kereta Api Pekalongan telah menenggelamkan pemberitaan anggota-anggota Lapas lain yang diberhentikan karena suatu hal.
"Mas Widiapala ini berhasil membekuk pelaku bersama bantuan sekuriti. Dia tidak memikirkan hal lain selain tugas sebagai abdi negara," tuturnya.
Sementara itu Abu Yusuf (27 th), otak dari aksi penyelundupan narkoba ke dalam Lapas Kelas IIA Pekalongan bersama Roni (52 th) ayah dari Mirza (24 th) warga binaan yang menjadi target pengiriman narkoba yang diselundupkan ke dalam Lapas masih menjalani pemeriksaan intensif dari Satnarkoba Polres Pekalongan Kota.
"Dua orang lagi yang diduga menjadi bagian dari jaringan peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang di dalam Lapas telah kami isolasi secara terpisah sambil menunggu pemeriksaan lebih lanjut dari pihak Polres Pekalongan Kota," terang Hilal.
Hilal menjelaskan, selain menyatakan perang terhadap narkoba, pihaknya juga berupaya melindungi warga binaan lain yang sudah tidak memakai narkoba untuk tidak lagi bersentuhan dengan narkoba.

Para pelaku yang diluar sana, dengan berbagai cara terus berupaya untuk menyelundupkan narkoba ke dalam Lapas. Sebelumnya saja, lanjut Hilal, pihaknya berhasil menggagalkan aksi penyelundupan narkoba dan handphone dengan modus melempar kedalam dari luar tembok.
"Beruntung aksi di pagi hari tersebut bisa diketahui oleh anggota saya dan mengamankanya," ujar Hilal.
Saat ini penghuni Lapas Kelas IIA Pekalongan, kata Hilal, ada 458 orang, 70 persen diantaranya terlibat kasus narkoba. Dan di sini hanya ada 6 kasus korupsi dan 182 pelaku kriminal. 
"Kasus narkoba menjadi yang terbanyak menjadi warga binaan Lapas kelas IIA Pekalongan," tandas Hilal.

Share this

Related Posts