0 Comment
Warga Kota Tegal tidak perlu khawatir mengkonsumsi daging. Baik itu daging sapi maupun daging kambing. Sebab sampai sejauh ini di Kota Tegal tidak ada kasus penyakit Antrax yang disebabkan oleh bakteri Bachiluis Antracis. Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Tegal melalui Kasi Kesehatan Hewan, Liza Atikah, Rabu (25/1/17).
Liza justru menghimbau masyarakat agar membiasakan diri mengkonsumsi daging yang benar-benar matang agar aman dan terhindar dari bahaya bakteri.
"Kalau daging yang kita konsumsi jelas matang, maka bakteri dengan sendirinya akan mati," ucapnya.
Sementara itu pasca adanya temuan penyakit Antrax yang terdapat pada sapi di Kulon Progo, yogjakarta. Penjualan daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Kota Tegal, tidak terlalu berpengaruh. Bahkan cenderung normal.
Seperti disampaikan, Barokah (54 th), pedagang daging yang tetap memilih berjualan pasca adanya informasi sapi yang diduga terserang penyakit Antrax mengaku penjualan daging di lapaknya normal.
"Saya masih menjual daging seharga Rp 120 ribu perkilo untuk daging sapi lokal. Dan harga tersebut tetap sejak empat bulan terakhir," ungkapnya.
Pengakuan yang sama juga didapatkan dari Zuhlia (48 th) pedagang daging yang setiap hari menghabiskan daging sapi jualanya antara 10 hingga 15 kilo perhari.

Zuhlia tidak hanya berjualan daging sapi saja, di lapak daganganya juga tersedia daging kambing. Zuhlia mengaku tidak menyediakan daging sapi impor.
"Daging sapi lokal saya jual Rp 120 ribu perkilo. Kalau dibilang ada dampak tidak juga. Sebab selain sudah ada pelanggan, pembeli daging sapi di lapaknya masih normal," ujarnya.

Post a Comment Blogger

 
Top