0 Comment
Diduga sepuluh tahun pacaran tak juga dapat restu dari orang tua, seorang pemuda, M Mafatihul Faza (24 th) putra pertama dari tiga bersaudara, warga Kelurahan Pringrejo, Kecamatan Pekalongan Barat akhirnya nekat gantung diri dengan seutas tali plastik yang diikat di tembok lobang angin kamarnya.
Kondisi korban tergantung di dinding kamar pertama kali dipergoki oleh ayahnya, M Ridawan (48 th) ketika hendak mengingatkan korban untuk menunaikan solat duhur.
"Namun karena lama diketuk tak kunjung dibukakan pintu, ayah korban curiga dan langsung mendobrak pintu kamar," ungkap Aiptu Hartono, Babinsa Polsek Buaran, Kamis (12/1/17).
Menurut Babinsa setempat, Aiptu Hartono, dirinya pertama kali mendapatkan laporan sekira pukul 13.55 WIB. Menerima informasi tersebut, Aiptu Hartono pun langsung meneruskanya ke Polsek Buaran.
Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Windoyo membenarkan telah terjadi sebuah kejadian bunuh diri dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) di wilayah Polsek Buaran.
Baca juga : Korban Bunuh Diri Dikenal Pendiam Dan Tak Banyak Tingkah
Bersama anggota, dirinya tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP namun ternyata korban sudah diturunkan dari tali jeratan oleh orang tuanya.
"Posisi korban sendiri sudah berada di tempat tidurnya. Ketika kami minta ijin untuk melakukan pemeriksaan awal visum at repertum, keluarga korban rupanya keberatan," terang Windoyo.
Selanjutnya untuk penanganan selanjutnya, kata Windoyo, kami berikan surat pernyataan. Dan untuk keterangan lengkap penyebab kematian korban, pihak keluarga saat ini belum bisa memberikan penjelasan.
Dari TKP, lanjut Windoyo, pihaknya sudah mengamankan barang bukti berupa celana dalam korban dan tali plastik warna hitam termasuk juga adanya surat wasiat.
"Untuk dugaan awal kejadian, kita masih akan tunggu hasil penyelidikan lebih lanjut," ucapnya.

Post a Comment Blogger

 
Top