0 Comment
Ulama Kota Tegal sepakat tidak akan mengirimkan massa ke Jakarta. Hal tersebut terungkap dalam pertemuan rutin ulama dan umaroh di Ponpes Daarul Hijrah, Kota Tegal
Kota Tegal
Pimpinan Daerah Muhamadiyah (PDM) Kota Tegal, Nahdirin menjamin, masyarakat Kota Tegal tidak akan terpengaruh adanya rencana Aksi Super Damai di Jakarta. Nahdirin mengungkapkan setiap persoalan pasti mempunyai jalan keluarnya sendiri.
 “Tidak ada jalan buntu untuk menyelesaikan persoalan selama kita semua mau duduk bersama mencari solusi” ucapnya dalam pertemuan ulama di Ponpes Daarul Hijrah, Senin malam (28/11/16). 
Oleh karena itu, kata Nahdirin, warga Muhammadiyah, terutama dari Kota Tegal tidak akan mengirim massa dalam Aksi Super Damai di Jakarta.
Di kesempatan yang sama Habib Thohir berharap gejolak yang terjadi di masyarakat Kota Tegal terkait adanya Aksi Super Damai 2 Desember besok, semoga saja dapat dihindari.  
“Sebenarnya semua persoalan dapat diselesaikan asalkan mau duduk bersama untuk mencari solusi tepat, sehingga tidak ada suara keras yang muncul," tegas Habib.  
Habib Tohir berharap Kota Tegal tetap aman tenteram, sentosa, tidak terpengaruh gejolak yang timbul terkiat Aksi Super Damai sehingga aktivitas masyarakatnya tetap berjalan normal. 

Sementara itu Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tegal, Abdal Hakim Tohari lebih menyoroti maraknya aksi perang media sosial. Hal ini menurut Abdal dapat menimbulkan  kekeliruan penafsiran terhadap suatu persoalan di tengah masyarakat.
“Karena tentu masing-masing orang menafsirkan sendiri sesuai pengetahuannya tanpa didasari hukum yang berlaku," terangnya.
Menurutnya Abdal, prinsip kerukunan umat beragama di Indonesia sedang dalam ujian. Oleh karena itu pihaknya berharap dalam pertemuan ini masyarakat dapat mengetahui persis permasalahan, sehingga masyarakat tidak menuliskan status-status yang bersifat provokasi. 

Abdal dalam pertemuan tersebut juga berkomitmen, bahwa PCNU Kota Tegal tidak akan mengirim massa untuk menguikuti Aksi Super Damai  ke Jakarta.  
“Walaupun larangan penggunaan bis untuk mengangkut massa ke Jakarta sudah dicabut oleh Kapolri," ujarnya.
Di tempat yang sama. Ketua MUI Kota Tegal, Abu Chaer Nur  mengajak umat untuk mempercayakan kasus yang menimpa Basuki Tjahaya Purnama (AHOK) kepada kejaksaan untuk diproses hukum. 
“Insya Alloh pihak berwenang akan melaksanakan tugasnya memproses kasus yang menimpa Ahok sesuai aturan yang berlaku," serunya.
Tak lupa, Kapolres Tegal Kota AKBP Firman Darmansyah menghimbau kalau Kepolisian Resor Tegal Kota tidak akan melarang masyarakat Kota Tegal untuk ke Jakarta. Namun demikian dirinya tetap menganjurkan  agar masyarakat Kota Tegal mau mengurungkan niatnya untuk pergi ke Jakarta.
“Sebab, Monas sebagai tempat yang akan digunakan untuk Aksi Super Damai  tidak akan muat menapung massa dalam jumlah terlalu banyak, hal ini sangat berpotensi menimbulkan korban," tuturnya.

Post a Comment Blogger

 
Top