0 Comment
Pekalongan News
Salah satu damkar Kota Pekalongan yang masih difungsikan oleh petugas 
Kota Pekalongan
Walikota Pekalongan, Alf Arslan Djunaid mengungkapkan, saat ini Pemkot Pekalongan hanya memiliki empat mobil pemadam kebakaran. Namun dari empat mobil damkar, hanya dua yang bisa dioperasikan sedangkan dua lainnya tidak berfungsi.

Untuk membantu memaksimalkan petugas damkar dalam mengatasi bencana kebakaran yang sering terjadi di Kota Pekalongan, kata Walikota, Pemkot berencana akan menambah dua armada mobil damkar lagi.
"Kita akan tambah lagi armada damkar. Satu mobil dengan ukuran besar dan satu lagi berukuran kecil untuk menyiasati jalanan sempit di Kota Pekalongan sehingga semua jalan bisa dijangkau," terangnya.
Secara terpisah, Muhfid, anggota DPRD Kota Pekalongan dari fraksi  menyoroti lambannya penanganan kebakaran di Kota Pekalongan. Mufid menilai, salah satu penyebab lambannya penanganan kebakaran karena kurangnya sarana dan prasarana seperti mobil damkar.

Mufid mengkritisi kinerja penanganan kebakaran kurang maksimal. Sebab pernah terjadi kebakaran dan mobil damkar sudah dilokasi namun selang air tidak terbawa.
"Saya dengar katanya mobil damkar juga baru keluar dari bengkel sehingga memang seharusnya dievaluasi secara menyeluruh," ucap Mufids.
Mufid menyebut, penggunaan anggaran dan pengelolaan mobil damkar tidak dilakukan secara maksimal. Hal tersebut mengakibatkan penanganan kebakaran di Kota Pekalongan dalam kondisi yang sama.

Mufid secara tegas mengatakan kondisi demikian menjadikan damkar Kota Pekalongan tidak bisa dibanggakan. Bahkan dibandingkan dengan tetangga sekalipun kalah.
"Kita malu dengan Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Batang yang siap sedia datang membantu kebakaran di Kota Pekalongan," ujar Mufid.

Post a Comment Blogger

 
Top