0 Comment
Pekalongan News
Kades Denasri Wetan menunjukkan foto 4 warganya yang menjadi korab tabrakan kapal di perairan Tuban  Jawa Timur
Kabupaten Batang
Keluarga dari lima nelayan warga Kabupaten Batang yang menjadi korban tabrakan kapal di Perairan Tuban, Jawa Timur datang ke Polsek Batang Kota memenuhi undangan tim DVI Polres Batang untuk melakukan langkah koordinasi dan mengidentifikasi para korban.

Kelima keluarga nelayan tersebut antara lain dari keluarga Nasrokhim (50 th), Suwarno (49 th), Wanidi (49 th) dan Darmanto (24 th), sementara satu keluarga lainnya dari Darmanto warga Kasepuhan Batang.

Kepala Desa Denasri Wetan, Amat Abdullah yang ikut mengantar warganya memastikan, keempat korban tersebut benar warganya namun dari empat korban hanya Nasokha yang belum ditemukan.
"Kabar yang saya dapatkan, tiga orang warga Denasri Wetan sudah ditemukan jenazahnya. Satu korban lainnya belum ditemukan," ungkap Amat, Senin (21/11/16).
Amat mengatakan, hari ini keluarga korban diundang untuk ke Mapolsek Batang Kota selain untuk berkoordinasi terkait pemulangan jenazah juga akan diambil sample darah dan air liur untuk mengidentifikasi kesamaan DNA keluarga dengan korban.
"Kita semua telah menyiapkan semua data yang diperlukan termasuk salah satu keluarga yang akan diambil sampelnya," jelas Amat.
Kapolsek Batang Kota, AKP Bambang Sugiyanto mengatakan, pihaknya memfasilitasi tempat untuk melakukan koordinasi dengan keluarga korban dengan tim DVI yang akan melakukan pemeriksaan Postmortem dan Antemortem.
"Kami tadi juga sudah mengumpulkan data, foto serta ciri fisik termasuk salah satu pihak keluarga yang akan dijadikan sampel test DNA untuk mencocokan identitas korban," terang Bambang.
Dari semua hasil pemeriksaan yang dilakukan, kata Bambang, nantinya akan dicocokan dengan data yang ada di Polda Jatim. Sebab informasi yang didapat, sudah ditemukan jenazah korban yang berasal dari Batang.
"Dari Batang ada 5 orang dan 1 orang dari Kota Pekalongan," sebut Bambang.
Dalam kesempatan tersebut Bambang mengajak keluarga korban untuk secara bersama dan selalu berkoordinasi untuk melakukan penjemputan jenazah korban di Jawa Timur.
"Kita koordinasikan supaya tidak sendiri-sendiri, karena selain untuk memudahkan mengaturnnya juga warga juga tidak simpang siur informasinya," ujarnya.

Post a Comment Blogger

 
Top