0 Comment
Pekalongan News
Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi membuka kegiatan Indonesia Forestry Summit di Hotel Santika, Rabu (23/11/16)
Pekalongan
Pelaksanaan kegiatan Indonesia Forestry Summit yang membawa gagasan mengangkat potensi sekaligus pelestarian hutan alam Petungkriyono,Kabupaten Pekalongan di Hotel Santika, Rabu (23/11/16) diwarnai insiden tidak mengenakan yang menimpa salah satu media.

Suryono dari MNC Group yang hendak melaksanakan pekerjaan jurnalistiknya dilarang melakukan peliputan oleh panitia penyelenggara.
"Saya datang karena diundang, namun malah dilarang masuk untuk melakukan peliputan," ujarnya.
Meski sudah dijelaskan, bahkan protes pun sudah disampaikan namun panitia tetap abai dan tetap melarang yang bersangkutan untuk masuk ke ruangan.
Kesal dengan perlakuan panitia, Suryono pun melaporkan insiden tersebut ke Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi sebagai tuan rumah usai kegiatan.
"Ini sudah melanggar UU keterbukaan informasi publik. Terlebih lagi ini ranahnya juga sudah masuk pelanggaran UU pokok pers," cetus Suryono.
Suryono tidak sendiri, beberapa media yang tahu adanya insiden tersebut memilih untuk duduk-duduk saja di depan ruangan.
Sementara itu, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi yang mendapatkan laporan insiden tersebut menyayangkan tindakan panitia melakukan pelarangan peliputan kepada media.
Menurut dia, dirinya tidak mengerti kenapa mesti ada pelarangan semacam itu. pihaknya justru mengajak semua pihak untuk sama-sama mengangkat potensi Hutan Petungkriyono.
Buntut dari insiden tersebut, rencananya awak media akan melakukan aksi solidaritas dengan memboikot rangkaian kegiatan Indonesia Forestry Summit selama dua hari penyelenggaraan.
"Kita akan lakukan aksi boikot sampai besok," kata Shanty, jurnalis radio dari Elshinta Radio.
Ketua Paguyuban Media Kabupaten Pekalongan, Nur Khaerudin mengaku kaget dan prihatin dengan insiden yang terjadi. Namun demikian dirinya tidak akan melarang awak media untuk melakukan aksi boikot kegiatan tersebut.
"Silahkan aksi boikot, kalau itu memang sudah menjadi keputusan bersama," ucapnya.
Diketahui, acara Indonesia Forestry Summit sedianya akan dihadiri oleh Menteri Kehutanan dan Gubernur Jawa Tengah, namun karena berhalangan keduanya diwakili masing-masing oleh Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Kementrian Kehutanan, San Afri Awang dan Kepala Dinas Kehutanan Propinsi Jawa Tengah, Bowo Suryoko.

Post a Comment Blogger

 
Top