0 Comment
Pekalongan News
DPW FPI Pekalongan terpaksa menolak salah seorang pendaftar yang diketahui masih di bawah umur
Kota Pekalongan
Dua hari jelang aksi Super Damai 212 di Jakarta, Kantor Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam DPW FPI Pekalongan menerima ratusan peserta aksi Bela Islam Jilid III di Kantor Sekretariat Jalan Sumatra, Kelurahan Podosugih, Kota Pekalongan, Selasa malam (29/11/16).
Meski DPW FPI menargetkan 1500 peserta aksi namun beberapa pendaftar sempat mengalami penolakan dari koordinator aksi.
Ketua DPW FPI Pekalongan, Abu Ayyas mengatakan, pihaknya sengaja membatasi usia peserta minimal 17 tahun termasuk adanya ijin dari keluarga untuk berangkat ke Jakarta sekaligus menyerahkan data diri.
"Ini dilakukan untuk menghindari penyusup yang dikhawatirkan akan merusak aksi dan juga kemungkinan menghindari kesulitan yang didapat peserta nantinya," ungkap Abu Ayyas.
Tufalanang Tambusai (16 th) peserta aksi yang ditolak mendaftar menyampaikan, dirinya ditolak karena menurut alasan panitia, saya masih dibawah umur dan tidak membawa surat ijin dari orang tua.
Selain itu saya juga tidak bisa menunjukan KTP yang diminta panitia. Karena saya akui, usia saya masih 16 tahun.
"Namun begitu saya masih ingin mendaftar sebagai peserta. Saya akan pulang dulu untuk minta ijin orang tua setelah itu saya akan mendaftar lagi," ucapnya.
Sementara itu calon peserta lainnya, Amim mengaku ikut mendaftar menjadi peserta aksi ke Jakarta karena kesadaran sendiri tanpa dipengaruhi siapapun.
Amim beralasan, dalam penanganan tersangka Ahok oleh Polri tidak disertai penahanan.
Baca Juga :

FPI Kota Pekalongan Berangkatkan Ratusan Anggotanya Ke Jakarta

"Seharusnya Ahok itu ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka. Kami hanya ingin menyadarkan Pak Tito agar bisa berlaku adil dan tidak merendahkan para ulama," ujarnya.
Diketahui DPW FPI Pekalongan membuka pendaftaran peserta aksi Bela Islam Jilid III hingga tanggal 1 Desember 2016 atau sampai jumlah peserta mencapai 1500 peserta.

Post a Comment Blogger

 
Top