1 Comment
Pawai Agustusan Pejagalan Fair Hibur Warga Kota Pekalongan, Ini Buktinya...
Salah satu peserta pawai karnaval Pejagalan Fair menampilkan kreasi kostum rancangan sendiri

Kota Pekalongan
Keberadaan Pawai Karnaval 17 Agustus untuk menyemarakan HUT RI yang digelar warga Kampung Pejagalan, Kelurahan Bendan Kergon, Kota Pekalongan sedikit mengobati kerinduan masyarakat yang menginginkan hiburan yang dulunya sering digelar oleh Pemerintah Kota Pekalongan.

Kendati hanya tingkat RT, namun pawai yang digelar oleh warga RW 16 Kampung Pejagalan, sangatlah meriah. Pasalnya tak kurang dari 1000-an warga terlibat dalam aksi pawai keliling kampung tersebut, Minggu (21/8/16).

Pawai yang digelar warga menurut Ketua Panitia, Slamet Santoso, masih satu rangkaian acara dari festival rakyat Pejagalan Fair yang sehari sebelumnya diawali dengan Pasar Jajan  gratis bagi pengunjung yang datang ke Kampung Pejagalan terutama RW 16.

Baca Juga :

Pejagalan Fair 'Ono Maneh' Siap Ramaikan Lagi Tradisi Yang Hilang

"Pawai ini diikuti oleh 8 RT, 2 diantaranya RT wilayah sebelah atau RW 17 yang ikut berpartisipasi memeriahkan HUT RI ke-71," terangnya.
Pawai rakyat tahun ini, lanjut Slamet, mengalami peningkatan dalam hal jumlah peserta. Kalau pada tahun sebelumnya tidak ada partisipasi dari luar RW 16, namun sekarang banyak yang mau ikut.
"Kalau tidak dibatasi mungkin akan lebih banyak yang ingin berpartisipasi," ungkap Slamet.
Dari pantauan lapangan, berbagai kostum warna-warni, mulai dari desaign sendiri maupun sewa dipamerkan dalam pawai yang mengambil tema 'Perjuangan dan Kreatifitas Budaya'. Bahkan banyak pula warga yang memanfaatkan barang-barang bekas untuk membuat berbagai macam penampilan yang lucu dan menghibur. 

Salah satu peserta, Novi Astuti (23 th) warga setempat mengatakan dirinya sudah 2 kali ikut pawai Pejagalan Fair. Namun untuk kostum yang ia kenakan berbeda dengan tahun sebelumnya.

"Saya mengenakan kostum noni-noni Belanda. Ini untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan RI," ujarnya.
Hal yang sama juga disampaikan Wulan karib Novi, Wulan mengaku senang bisa ikut pawai memeriahkan Hari Kemerdekaan RI yang ke-71. Novi berpenampilan layaknya wanita Jawa tempo dulu.

Baca Juga :

20 Tahun Vakum, Pejagalan Fair Bangkit Lagi Usung Semangat Kebersamaan

"Ini saya kenakan kebaya seperti wanita masih berjuang jaman dulu," jelasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pejagalan Fair kembali digelar kali kedua setelah sebelumnya sempat vakum selama 20 tahun. Warga kampung pejagalan berinisiatif menghidupkan lagi tradisi yang selama ini menjadi ikon kegiatan di Kampung Pejagalan.

Antusiasme warga yang menginginkan tradisi Pajagalan Fair diagendakan rutin terus mengemuka, terbukti jumlah peserta pawai maupun jumlah peserta lomba air seperti, Renang, Menangkap Itik dan Meniti Pucang membludak.

Warga Bendan Kergon khususnya Kampung Pejagalan berharap Pemerintah Kota Pekalongan mau mengemas dan mengembangkan Pejagalan Fair menjadi salah satu tradisi khas daerah yang bisa mengangkat khasanah dunia pariwisata di Kota Pekalongan. 

Post a Comment Blogger

  1. kegiatan pawai harus selalu di lestarikan selalu sebab salah satu cara untuk promosi keunikan indonesia ...merdeka

    ReplyDelete

 
Top