0 Comment
Kim Pelantun Lagu This War Is Not For Us Memukau Ratusan Anak di GOR Saburai Lampung
Kim membius ribuan warga Lampung tengah pada peringatan Hari Anak Nasional Tingkat Provinsi Lampung di GOR Saburai Bandar Lampung
Bandar Lampung
Pelantun lagu This War Is Not For Us (One Word For Children) Kim Commanders yang bernama Lukman Hakim atau biasa dipanggil dengan sebutan Kim membius ribuan warga Lampung tengah pada peringatan Hari Anak Nasional Tingkat Provinsi Lampung di GOR Saburai Bandar Lampung, Kamis, 11/8/2016. Musisi dari Lampung ini sukses membius ratusan anak-anak dari berbagai kabupaten/kota di Lampung dalam peringatan hari anak nasional di GOR Saburai, Kamis (11/8).

Riuh suara bocah seketika hening ketika Kim mulai mengumandangkan lagu barunya, This War Is not for Us. Tampilan slide yang mengambarkan kepedihan hati anak-anak korban konflik di belakang panggung makin mengharu-birukan suasana.

Anak-anak yang sebagian besar dari Kota Bandarlampung, Kabupaten Lampung Timur, Selatan, dan Barat, serta Waykanan larut dalam lagu dengan lirik bahasa Inggris ini.

Lantaran memang misi Kim adalah menyuarakan perdamaian untuk seluruh dunia, Komentar dan apresiasi berdatangan dari masyarakat di berbagai negara. Lagu ini menceritakan derita anak-anak pengungsi dari daerah konflik Rohingya Myanmar.
menurut dia kekerasan terhadap anak harus diakhiri. Kim mengaku terharu lagunya dapat diterima oleh anak-anak dan undangan yang hadir. Dia berharap pesan perdamaian dalam lagunya tertanam pada lubuk hati terdalam pada anak-anak yang tak berdosa ini.

“Kami memulai aktivitas Dari Lampung untuk perdamaian dunia dengan sambutan yang selalu baik. Dan, semoga dengan hari anak nasional kita semakin peduli dengan keberadaan dan keinginan mereka. Jangan paksakan kehendak dan biarkan mereka mendapatkan haknya,” tutur Kim.
Lagu ‘Children With No Land’ karya Kim Commanders sang Musisi perdamaian dari Lampung pernah merajai tangga lagu Reverbnation selama dua pekan, Kim Commanders, pencipta lagu ini, mengaku terinspirasi menulis lagu ini setelah melihat,mendengar bahkan menyaksikan sendiri secara langsung penderitaan anak-anak pengungsian Rohingya Myanmar pada tahun 2013 tahun lalu.


Kim mengawali kiahnya pada 2013 tahun lalu, waktu itu dia berjumpa dengan seorang ibu pengungsi Rohingya yang sedang menggendong anaknya di kawasan Teluk Lampung, ia bersama rombongan warga Rohingya yang lain tak mengetahui arah tujuan kapal,hanya mengikuti arah angin yang menggerakkan kapal, Ibu itu mengaku bersama para pengungsi Rohingya lainnya telah melakukan perjalanan yang panjang dan berat selama berhari-hari berada di tengah laut.

“waktu itu Kim mendengarkan cerita ibu tersebut melalui seorang penerjemah, Sebab, Kim tidak tahu bahasa Myanmar, Ibu itu bercerita bahwa penumpang kapal atau pengungsi meninggal dunia satu persatu karena tak kuat menahan lapar dan dingin, termasuk anak-anak yang tak berdosa,” kata Kim dengan wajah sedihnya.
Pada saat itu juga , dirinya terharu ketika dia melihat kedua anak yang digendong Imigran tersebut.

muka lugu anak tersebut tampak pucat dan tak berdaya. Ketika diberi minum, dengan rakusnya mereka menenggak cepat satu botol air mineral, Mereka adalah anak-anak tak berdosa kata Kim meraka harus bertahan hidup di tengah konflik negaranya.

Kemudian, mereka harus mengikuti orangtuanya mencari penghidupan lain. Berharap masih ada tanah lain yang bersedia mereka pijak.


“pada waktu itu saya sanagt sedih ketika para pengungsi Rohingya di tampung selama tiga hari oleh pemerintah Indonesia, kemudian dikembalikan ke negara asalnya, Padahal, mereka yang terusir itu berharap ada kehidupan yang lebih baik di luar negaranya yang sedang berkonflik, manusia berhak mau tinggal dimana pun. Hanya dibatasi oleh dokumen saja, mereka seolah tak memiliki tempat lagi di bumi ini,” ujar Kim dengan suara sedikit bergetar.

Seniman Lampung itu memikirkan cara agar bisa membantu dunia dengan misi perdamaian. Akhirnya, terciptalah lagu ‘Chrildren With No Land’. Melalui lagu itu, Kim berharap bisa menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada semua anak-anak di belahan dunia. Kim ingin mengajak anak-anak yang nantinya jadi generasi penerus bangsa bisa lebih manusiawi dan menjunjung tinggi perdamaian, agar tak ada lagi korban konflik pada masa mendatang.
“Mulai dari anak-anaklah kita bisa tanamkan perdamaian. Mareka masih bersih dan jangan racuni dengan hal-hal aneh kepada mereka. Jangan tanamkan persaingan kepada mereka. Beritahu mereka bahwa banyak anak-anak lainnya di dunia ini yang tak bisa merasakan asyiknya bermain, indahnya kasih sayang orangtua, nikmatnya menyantap makanan enak,” tandasnya.

Post a Comment Blogger

 
Top