0 Comment
Lebih Menjanjikan, Kapal Peralon Siap Geser Kapal Kayu, Ini Alasanya
Maket kapal peralon 
Kota Pekalongan
Anggota Dewan Pengawas Kelautan Indonesia, Dr Arif Satria mendukung upaya yang sedang dilakukan oleh Agus Triharsito pemilik galangan kapal PT Barokah Marine yang saat ini menjalani proses pembuatan prototipe kapal peralon pertama di Indonesia sebagai kapal alternatif pengganti kapal nelayan yang selama ini terbuat dari kayu.

Menurut Arif Satria, kayu untuk bahan kapal sudah mulai langka kayu yang ada sekarang kebanyakan kayu ilegal. Kayu yang legal sangat susah sekali didapat. 
"Karena sangat susah didapat, kapal kayu tidak 'bankable'. Kapal kayu sekarang sangat sulit untuk diansuransikan. Sehingga bank tidak bisa masuk," ungkap Arif Satria, saat ditemui disela kunjunganya ke Kota Pekalongan, Minggu (6/12/15).
Arif menyampaikan, perlu dipikirkan untuk mencari sumber bahan kapal non kayu. Dan menurut penilaianya, kapal dari bahan peralon sebagai salah satu alternatif. Apalagi sudah terbukti di Taiwan.
"Maka perlu ada percontohan untuk diterapkan di Indonesia dan saya sangat mendukung PT Barokah Marine memproduksi kapal peralon tersebut di Kota Pekalongan," ucapnya.
Dan dari contoh yang bagus nanti, lanjut Arif, barangkali bisa diterapkan di daerah-daerah karena di perairan Indonesia ini, untuk armada kecil sangat diperlukan terutama di selatan Jawa.
"Dan saya sangat mendorong adanya inovasi seperti ini. Semesti nya Kementrian Kelautan bisa mengembangkan kapal peralon sebagai salah satu opsi contoh armada untuk diterapkan di seluruh Indonesia," tuturnya.
Sebagai akademisi saya melihat, kata Arif, apapun peluang yang ada harus dicoba dulu. kalau cocok, harus dikembangkan lebih luas lagi.
"Industri kreatif dan inovatif harus kita dorong, karena selama ini kita kenal, kapal kecil bersumber dari kayu," ujarnya.
Arif menyebut, dari 500 ribu kapal yang ada di Indonesia, 98 persenya adalah kapal kecil dibawah 30 Grosston.
"Bayangkan mas, 98 persen dari 500 itu ratusan ribu lho? jumlah kapalnya," terang Arif.
Ditemui secara terpisah, Pemilik galangan PT Barokah Marine, Agus Triharsito mengatakan, pihaknya sudah siap memproduksi kapal peralon. Bahkan sebuah perusahaan di Jakarta sudah langsung memesan kepadanya.
"Insya Allah, seusai Pilkada ini, akan dilakukan peletakan lunas dan tiga bulan berikutnya akan langsung diluncurkan produksi yang pertamanya," tukas Agus.
Dijelaskan, kapal peralon tersebut berukuran 20 GT, berukuran panjang sekitar 16 meter, memiliki efisiensi tinggi karena biaya operasionalnya rendah dengan menggunakan mesin khusus marine.
"Jadi bukan menggunakan mesin truk yang selama ini banyak digunakan. Dan didesain khusus untuk perairan Indonesia hingga cocok digunakan oleh nelayan Indonesia," ungkapnya.

Post a Comment Blogger

 
Top