googlesyndication.com

1 Comment
100 Orang Sopir Angkutan Balik Lebaran Jalani Tes Urine
Salah seorang sopir bus malam, diperiksa kesehatanya oleh petugas diruang terminal Kota Pekalongan, Rabu (22/7/15)
Kota Pekalongan

Satlantas bersama Sat narkoba Polres Pekalongan Kota, Direktorat narkoba Polda Jateng, Dinas Pehubungan, Jasa Raharja, Dinas Kesehatan Kota Pekalongan melakukan pemeriksaan kesehatan dan cek urin kepada para sopir angkutan balik lebaran, Rabu sore tadi (22/7/15).


Sedikitnya 100 sopir akan menjalani pemeriksaan kesehatan dan cek urin diruang terminal Kota Pekalongan dan diketahui 15 orang pertama yang menjalani tes tersebut belum ditemukan indikasi yang mencurigakan maupun tanda-tanda yang melanggar aturan baik kesehatan maupun narkoba.


Kasatlantas Polres Pekalongan Kota AKP Dwi Nugraha menyampaikan, selain sopir yang akan memberangkatkan armadanya malam ini juga turut diperiksa sopir cadangan atau sopir pengganti.

"15 orang pertama yang dites hasilnya masih negatif," ungkap Kasatlantas Polres Pekalongan Kota AKP Dwi Nugroho

"Dan pemeriksaan kesehatan maupun tes urin dilakukan agar para pemudik terhindar dari kerawanan dari para sopir yang terindikasi masalah kesehatan maupun narkoba serta agar tentunya para sopir dan pemudik bisa selamat sampai tujuan,"ucap Dwi disela kegiatan pemeriksaan.
Dwi menambahkan, dari hasil pengamatan dan pantauanya kesadaran para sopir sudah meningkat. Hal tersebut terbukti baik dari jumlah peserta yang mengikuti tes baik kesehatan maupun urin.
"Mereka menyampaikan bahwa mereka mempunyai tanggung jawab membawa penumpang dengan nyaman dan selamat,"terangnya.
"Bahkan pihak perusahan sendiri mempunyai kebijakan sopir harus selalu istirahat minimal 4 samapai 7 jam sebelum membawa armadanya,"imbuhnya.

Untuk prosedur pemeriksaan sendiri, Lanjut Dwi, meliputi tes tekanan darah, gula atau gula darah dan narkoba dan apabila ditemukan ada nya adanya pelanggaran akan kita akan proses hukum.
"Untuk yang melanggar aturan kesehatan dan jam istirahat akan kita tunda pemberangkatanya. Kalau itu perlu ganti sopir maka akan kita ganti tapi kalau hanya diperlukan istirahat akan kita istirahatkan,"ucap Dwi yang mengaku tidak akan ambil resiko.
"Kalau semisal pelanggaranya hasil tes urin ada indikasi narkoba maka tidak akan ada ampun, kita akan proses sesuai hukum yang berlaku,"tegasnya.

Post a Comment

 
Top