0 Comment
Kota Pekalongan
Gereja Santo Petrus Kota pekalongan mendukung penunjukan Kota Pekalongan sebagai salah satu kota kreatif dunia oleh UNESCO. Dukungan itu dilakukan dengan memasang berbagai atribut batik di gereja tersebut pada perayaan Natal yang baru lalu. Termasuk pada miniatur gua tempat Yesus Kristus dilahirkan. Bahkan umat yang mengikuti misa juga dihimbau mengenakan batik.

Pemimpin Gereja Santo Petrus Kota pekalongan, Romo Seko Marlindo saat ditemui Selasa (30/12) mengatakan batik adalah merupakan budaya lokal Pekalongan. Jadi pemasangan atribut batik merupakan bentuk penghargaan gereja  dan kearifan lokal.

 “Jadi itu juga merupakan lambang bahwa Yesus juga hadir di Pekalongan pada perayaan Natal ini,” katanya.

Dengan adanya penghargaan Kota pekalongan sebagai salah satu kota kreatif dunia, Romo Seko Marlindo menegaskan bahwa pihaknya juga memberikan dukungannya. 

“ Semula kami memang hanya ingin member warna khas Pekalongan di gereja pada perayaan Natal dengan memasang batik, namun dengan adanya penghargaan dari UNESCO tersebut maka pemasangan batik ini juga sebagai ungkapan dukungan sekaligus rasa syukur kami,” tandasnya.

Rencananya atribut batik di gereja ini akan tetap terpasang sampai pada misa Tahun Baru 2015 yang akan dilakukan Sabtu besok.

 “Sebagai umat kami menggelar misa tahun baru untuk mengucapkan syukur pada Allah atas seluruh karunianya di tahun 2014 ini,” tambahnya. 




(MC/Diskominfo/AN Takari)

Post a Comment Blogger

 
Top