googlesyndication.com

Penderita Hygroma colli
Septiana Dewi
kota Pekalongan-
Sampai menjelang hari ulang tahunya yang ke 2 tanggal 23 sep tember esok, Septiana Dewi gadis kecil putri dari pasangan Dimyati 
.
(32th) dan Umiyati (24th) masih berharap keajaiban untuk bisa terbebas dari penderitaan yang di alami semenjak lahir, gadis kecil penderitHygroma colli , ini masih tetap seperti teman- teman sebayanya yang lain dalam beraktivi tas sehari-hari, seakan tak pernah merasakan kesakitan dengan kondisi fisik mengenaskan akibat tumor berukuran besar yang menggantung di wajah mungil gadis periang anak pertama dari keluarga yang secara sosial tergolong kurang mampu.

Di temui di rumah kontrakanya yang berukuran 4x10 meter persegi Senin (22/9/14) Dimyati warga Kelurahan Kramat Sari Rt 04/ Rw 02, menceritakan cobaan yang di alami putri kesayanganya tersebut di dampingi  sang istri yang kebetulan baru saja pulang dari puskes mas memeriksakan Dewi yang hari itu mengalami sedikit demam.



'' semasa mengandung Dewi tidak ada kelainan semua normal karena saya sering memerik sakan kandunganya secara rutin, hanya saja memang kami tidak melakukan USG karena ketiadaan biaya, proses kelahiranpun berjalan normal namun dewi lahir kedunia sudah dalam keadaan bertumor, dari pipi sampai mulut kirinya benjolan menggantung yang terus tumbuh membesar seiring bertambahnya usia Dewi.'' 

Penderita Hygroma colli
Septiana Dewi Dan keluarga
terang Umiyati. Umiyati melanjutkan, '' kami sudah mengupayakan kesembuhan Dewi, bahkan Dinas sosial pernah membantu pengobatan Dewi sampai ke Semarang guna menjalani oprasi pengangkatan tumor waktu Dewi berusia 8 bulan, hanya saja pengobatan tersebut kurang tuntas dengan alasan faktor usia juga beresiko daging dirahang kiri Dewi bisa berlubang akibat dampak dari pengangkatan tumor tersebut.''

Umiyati menambahkan, Dirinya merasa kesulitan dan mengalami hal yang di lematis untuk melakukan operasi ulang ke semarang sebab pernah dirinya terpaksa pulang karena di minta untuk menyediakan uang sejumblah 2,5 juta guna menggunakan alat yang di minta pihak rumah sakit dan di akuinya Dinas sosial  pernah memberikan bantuan uang sebesar 1,2 juta yang sedianya buat biaya hidup satu bulan di rumah sakit yang ada di semarang di alihkan untuk menutupi biaya pengadaan alat yang di maksud, walaupun dirinya waktu itu peserta jamkesda tapi fasilitas tersebut tidak termasuk klaim alat untuk proses kesembuhan Dewi, sedangkan untuk melakukan operasi membutuhkan waktu satu bulan karena harus mengantri sebab dokter yang menangani Dewi ketemunya seminggu sekali.

'' walaupun sekarang Dewi sudah menjadi peserta Bpjs akan tetapi kami tetap kesulitan karena untuk biaya hidup di semarang selama Dewi menjalani Operasi nanti cukup besar sedang pekerjaan suami saya hanya seorang tambal ban, untuk kehidupan sehari-hari saja sudah pas-pasan jadi kami masih urungkan niat ke semarang sambil menunggu ongkos buat kesemarang.'' aku Umiyati pasrah.









 
Top