googlesyndication.com

kabupaten pekalongan


Kajen- Untuk memberikan ketentraman batin masyarakat dan rasa aman dalam mengkonsumsi daging hasil peternakan. tahun ini Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pekalongan mengadakan sidak langsung di beberapa pengepul sapi yang tersebar di kabupaten pekalongan sejak awal september lalu. hasil sidak di temukan 35 ekor sapi tak layak jual, beberapa diantaranya kedapatan sapi dalam keadaan tidak sehat dan tak sesuai standar kesehatan untuk konsumsi karena di duga sapi terjangkit penyakit.

Kabid Peternakan, Widhi widoyono dengan dibantu 4 dokter hewan dan 2 paramedis. Dalam sidak yang dilakukan, hingga kamis (25/9) pihaknya menemukan 35 ekor sapi masuk dalam daftar pengawasan dan terpaksa harus ditunda penjualannya.

“dari hasil pemantauan tercatat sejumlah pengepul yang kedapatan sapinya kurang sehat hingga terpaksa penjualannya harus ditunda.” Tutur widhi.

Di Wilayah Kabupaten Pekalongan terdapat kurang lebih 42 sentra atau pengepul sapi yang tercatat di Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan. Diantaranya kecamatan  Tirto ada 24, karanganyar 3, Doro 3, Kajen 1, Bojong 4, Sragi 4, Siwalan 1, dan wonopringgo ada 2 pengepul.dari data tersebut tahun ini menurut Widhi terjadi penurunan angka kasus sapi tak layak jual.

“angka kasus terjadi penurunan, itu artinya masyarakat sudah mulai sadar dalam mementingkan kesehatan hewan ternaknya”. kata widhi.

Widhi menambahkan pihaknya akan terus memantau sampai lebaran Idul Adha selesai sehingga masyarakat merasa nyaman dan aman dalam mendapat pasokan daging yang sesuai dengan syariat.

“salah satu langkah yang kami tempuh untuk menangani temuan sapi bermasalah tersebut dengan melibatkan peternak, pengepul dan penjual hewan kurban dadakan untuk segera melaporkan bila terjadi indikasi hewan tersebut bermasalah, karena kami akan ambil tindakan yang di perlukan tanpa membebankan biaya kepada pelaku usaha yang terjaring program ini.’’ Pungkas widhi. 


 
Top