-->

Luas Wilayah Batang Jadi Tantangan Damkar, Armada Banyak yang Sudah Tua

Pekalongan News
Tuesday, March 10, 2026, March 10, 2026 WIB Last Updated 2026-03-10T13:19:41Z
Luas Wilayah Batang Jadi Tantangan Damkar, Armada Banyak yang Sudah Tua
Pekalongannews, Batang - Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Batang harus menghadapi tantangan besar di tengah tugas penyelamatan yang mendesak. Sejumlah armada yang digunakan untuk menangani kebakaran ternyata sudah berusia tua.

Dari enam unit mobil pemadam yang dimiliki Damkar Batang, sebagian besar merupakan kendaraan lama. Meski secara tampilan luar masih terlihat baik, kondisi teknis beberapa armada dinilai tidak lagi sepenuhnya prima.

Kasi Pengendalian, Penyelamatan dan Sarana Prasarana (PPSP) Damkar Batang, Warno, mengatakan jika dilihat sekilas deretan mobil pemadam di markas Damkar memang tampak masih layak. Namun dari sisi kelayakan operasional perlu dilakukan pengecekan lebih detail.

“Kalau dilihat dari bodinya memang rata-rata masih bagus. Tapi dari segi kelayakan jalan harus dipilah-pilah. Yang baru tentu tidak ada masalah dan masih operasional dengan baik,” kata Warno saat ditemui, Selasa (10/3/2026).

Salah satu petugas Damkar, Rudi, menyebut armada tertua yang masih digunakan berasal dari tahun 2002. Selain itu terdapat mobil keluaran tahun 2003, 2008, serta dua unit produksi 2012. Sementara satu unit terbaru merupakan kendaraan pengadaan tahun 2024.

“Yang paling lama tahun 2002. Kemudian ada tahun 2003, 2008, 2012 dua unit, dan 2024 satu unit,” jelas Rudi.

Artinya, hanya satu armada yang tergolong baru. Sementara kendaraan lainnya sudah berusia belasan hingga lebih dari 20 tahun.

Kondisi armada juga sempat berkurang karena satu unit mobil pemadam saat ini masih berada di bengkel. Kendaraan tersebut mengalami kerusakan setelah kecelakaan saat menangani lumpur di Perumahan Wanokerto.

Warno mengakui pengadaan armada baru bukan perkara mudah. Selain membutuhkan anggaran besar, proses pengusulan juga memerlukan waktu yang tidak singkat.

Menurutnya, kondisi armada pemadam yang menua bukan hanya terjadi di Batang. Banyak daerah mengalami persoalan serupa, terutama wilayah dengan keterbatasan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Selain armada yang terbatas, luasnya wilayah Kabupaten Batang juga menjadi tantangan tersendiri bagi petugas Damkar. Saat ini hanya terdapat tiga pos pemadam utama yang berada di Batang, Bandar, dan Limpung.

Padahal dalam penanganan kebakaran dikenal standar waktu tanggap atau response time sekitar 15 menit. Dengan kondisi geografis Batang yang luas, target tersebut tidak selalu mudah dicapai.

“Wilayah Kabupaten Batang ini luas. Misalnya dari Bandar ke Bawang, apakah bisa ditempuh 15 menit? Itu yang jadi pertimbangan perlunya penambahan pos,” ujar Warno.

Berdasarkan perhitungan kebutuhan Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK), Kabupaten Batang idealnya memiliki delapan pos pemadam yang tersebar di berbagai wilayah strategis.

Di sisi lain, perkembangan kawasan industri dan pembangunan gedung bertingkat di Batang juga menuntut peralatan yang lebih modern. Damkar tidak hanya membutuhkan mobil pemadam biasa, tetapi juga kendaraan khusus.

“Kalau gedung sudah tinggi tentu kita butuh mobil tangga. Selain itu juga mobil rescue untuk peralatan berat saat penyelamatan,” jelas Warno.

Dengan meningkatnya aktivitas industri dan pembangunan di Batang, kebutuhan penguatan sarana dan prasarana Damkar dinilai semakin mendesak. Dukungan pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan petugas dalam menghadapi potensi kebakaran di masa mendatang.
Komentar

Tampilkan

No comments:

TERKINI