-->

Stok BBM Nasional Diklaim Aman 16–18 Hari, Mengapa Antrean SPBU Masih Panjang?

Pekalongan News
Saturday, October 17, 2026, October 17, 2026 WIB Last Updated 2026-10-17T12:04:07Z

Stok BBM Nasional Diklaim Aman 16–18 Hari, Mengapa Antrean SPBU Masih Panjang?
gambar ilustrasi dibuat dengan AI
Pekalongannews, Indonesia – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) mulai mengganggu aktivitas masyarakat di sejumlah daerah. Antrean panjang kendaraan terjadi di Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT), sementara warga Mandailing Natal, Sumatera Utara, mengaku telah berbulan-bulan kesulitan mendapatkan solar bersubsidi.

Kondisi tersebut memaksa pengendara menghabiskan waktu berjam-jam di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) demi memperoleh BBM untuk menunjang kebutuhan sehari-hari.

Di Kabupaten Gianyar, Bali, antrean kendaraan terlihat mengular di SPBU Jalan Bypass Dharma Giri. Sejumlah pengendara bahkan sudah datang sejak pagi, sebelum mobil pengangkut BBM tiba di lokasi.

Antrean panjang itu dilaporkan berlangsung selama sekitar tiga hari akibat terbatasnya pasokan. Warga mengaku kondisi tersebut berdampak langsung terhadap pekerjaan dan aktivitas harian mereka.

Kekhawatiran serupa dirasakan masyarakat di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, NTT. Antrean sepeda motor dan mobil memadati SPBU hingga meluber ke luar area pengisian.

Situasi yang berlangsung hampir sepekan tersebut semakin parah dalam tiga hari terakhir. Warga harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan Pertalite maupun solar bersubsidi.

Selain menyulitkan masyarakat yang membutuhkan bahan bakar, antrean kendaraan juga mengganggu kelancaran arus lalu lintas di sekitar SPBU.

Salah seorang warga julian menyampaikan keluhannya dan meminta pemerintah memperhatikan kondisi masyarakat kecil yang bergantung pada ketersediaan BBM untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan hidup.

Pihak SPBU mengakui pasokan BBM dari Depo Pertamina Waingapu mengalami keterbatasan dan pengurangan dalam beberapa hari terakhir.

Persoalan serupa juga terjadi di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Warga setempat dilaporkan telah mengalami kesulitan mendapatkan solar bersubsidi selama kurang lebih tiga bulan.

Antrean kendaraan menjadi pemandangan rutin setiap hari. Pengendara terpaksa mendatangi SPBU yang masih memiliki stok karena sejumlah SPBU lainnya telah kehabisan persediaan.

Keterbatasan kuota di tengah tingginya permintaan membuat warga harus menunggu berjam-jam. Kondisi tersebut juga berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat yang membutuhkan solar untuk menjalankan pekerjaan.

Untuk mengantisipasi kemacetan akibat antrean, petugas Satlantas Polres Mandailing Natal turun langsung mengatur lalu lintas di sekitar SPBU.

Pihak SPBU menyebut kuota solar yang diterima hanya sekitar delapan ton per hari. Meski permohonan penambahan kuota telah diajukan, hingga laporan tersebut disampaikan belum ada tanggapan.

Di tengah keluhan masyarakat, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan stok BBM nasional masih dalam kondisi aman.

Bahlil menyebut persediaan BBM berdasarkan laporan Pertamina diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 16 hingga 18 hari ke depan.

“Namun, pemerintah mengakui adanya kendala distribusi BBM, terutama pengiriman dari Jawa Timur menuju Bali yang berkaitan dengan transportasi kapal,” ujarnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Bahlil menginstruksikan agar jumlah kapal pengangkut segera ditambah sehingga distribusi BBM dapat dipercepat dan risiko gangguan pasokan di daerah bisa ditekan.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi sejumlah daerah tidak semata-mata berkaitan dengan ketersediaan stok nasional, tetapi juga kelancaran penyaluran hingga ke SPBU.

Masyarakat pun berharap langkah pemerintah segera memberikan hasil nyata. Sebab, ketika BBM sulit diperoleh, dampaknya tidak hanya dirasakan pengendara yang harus mengantre lama, tetapi juga pekerja, pelaku usaha, dan warga yang menggantungkan penghasilannya pada kelancaran aktivitas sehari-hari.

Perbaikan distribusi menjadi hal penting agar pasokan BBM kembali normal dan masyarakat tidak terus dibebani antrean panjang di tengah kebutuhan hidup yang harus tetap berjalan.
Komentar

Tampilkan

No comments:

TERKINI