-->

BBM Langka di Bali, Pasokan ke SPBU Turun 50 Persen dan Antrean Kendaraan Mengular

Pekalongan News
Wednesday, October 14, 2026, October 14, 2026 WIB Last Updated 2026-10-14T11:13:44Z

BBM Langka di Bali, Pasokan ke SPBU Turun 50 Persen dan Antrean Kendaraan Mengular
Kelangkaan BBM yang terjadi di sejumlah wilayah Bali 
Pekalongannews, Bali – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah wilayah Bali memicu antrean panjang kendaraan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Kondisi ini membuat warga kesulitan mendapatkan BBM untuk menunjang aktivitas sehari-hari, mulai dari berangkat kerja hingga mengantar anak ke sekolah, Rabu 14/10/2026.

Situasi tersebut dilaporkan terjadi di sejumlah daerah, di antaranya Denpasar, Badung, Tabanan, hingga Buleleng. Antrean kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat mengular, bahkan berlangsung hingga malam hari dan berlanjut pada pagi berikutnya.

Kelangkaan yang muncul secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan sebelumnya itu membuat masyarakat resah. Warga terpaksa menghabiskan waktu lebih lama di SPBU demi mendapatkan bahan bakar, sementara aktivitas harian mereka tetap harus berjalan.

Gangguan pasokan BBM ini diduga berkaitan dengan keterlambatan distribusi dari Terminal BBM Manggis di Kabupaten Karangasem. Dampaknya cukup terasa di sejumlah SPBU, terutama ketika jumlah pasokan yang datang tidak mampu mengimbangi kebutuhan masyarakat.

Di Kabupaten Buleleng, misalnya, pasokan BBM yang biasanya mencapai sekitar 16 kiloliter dalam satu kali pengiriman dilaporkan turun menjadi hanya 8 kiloliter. Penurunan hingga separuh tersebut membuat ketersediaan BBM di tingkat SPBU semakin terbatas.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Sebagian warga berbondong-bondong mengisi bahan bakar karena takut kehabisan, sehingga antrean semakin panjang dan stok di SPBU lebih cepat terkuras.

Menanggapi situasi tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa pasokan BBM di wilayahnya mulai dipulihkan. Ia menyebut stok masih tersedia di depo Manggis, Kabupaten Karangasem, dan depo Pesanggaran di Denpasar.

Menurut Koster, proses distribusi menuju SPBU telah berjalan sejak Senin sore dan terus dilanjutkan hingga Selasa, 13 Oktober 2026.

Namun, proses pengiriman belum sepenuhnya lancar karena menghadapi kendala perjalanan, termasuk kemacetan di sejumlah ruas jalan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik dan melakukan pembelian secara berlebihan. Pasalnya, kepanikan yang memicu pembelian BBM secara bersamaan berpotensi membuat stok di SPBU cepat habis sebelum pasokan berikutnya tiba,” ujarnya.

Pemerintah daerah memastikan upaya pemulihan terus dilakukan agar kebutuhan BBM masyarakat Bali dapat kembali terpenuhi.

Sementara itu, Pertamina Patra Niaga mengambil sejumlah langkah untuk mempercepat pemulihan distribusi BBM di Bali. Salah satunya dengan menambah kapal untuk mempercepat pengiriman pasokan ke wilayah tersebut.

Selain itu, depo Manggis dan Pesanggaran dioperasikan selama 24 jam guna mendukung kelancaran penyaluran BBM ke SPBU.

Pertamina menyatakan stok secara umum tersedia dan proses pemulihan distribusi sedang dipercepat. Penambahan armada serta optimalisasi operasional depo diharapkan dapat memperpendek waktu pengiriman dan memperbaiki pelayanan kepada masyarakat.

Meski demikian, pemulihan pasokan hingga ke seluruh SPBU membutuhkan kelancaran proses distribusi. 

Kelangkaan BBM di Bali menjadi pengingat bahwa ketersediaan stok di depo saja belum cukup apabila distribusi menuju SPBU mengalami hambatan. 

Kelancaran pengiriman dan komunikasi yang jelas kepada masyarakat menjadi faktor penting agar gangguan serupa tidak berkembang menjadi kepanikan yang lebih luas.
Komentar

Tampilkan

No comments:

TERKINI