-->

Target 35.000 Koperasi Merah Putih Beroperasi Akhir 2026, Sejumlah Daerah Masih Bersiap

Pekalongan News
Friday, October 16, 2026, October 16, 2026 WIB Last Updated 2026-10-16T13:10:32Z
Target 35.000 Koperasi Merah Putih Beroperasi Akhir 2026, Sejumlah Daerah Masih Bersiap
Pekalongannews, Jakarta – Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai menunjukkan aktivitasnya di sejumlah wilayah. 

Kehadiran koperasi ini diharapkan memudahkan masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus membuka ruang pemasaran bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Namun, pelaksanaan program tersebut belum berjalan merata. Saat sejumlah koperasi sudah melayani pembeli, sebagian lainnya masih belum memulai aktivitas perdagangan meskipun bangunannya telah berdiri.

Seperti terlihat di Koperasi Merah Putih Meruya Selatan, Jakarta, yang telah beroperasi sejak awal Oktober. Koperasi tersebut menyediakan berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari minyak goreng, sembako, produk makanan, hingga kebutuhan bayi.

Selain itu, tersedia pula sejumlah produk UMKM, seperti makanan ringan dan kerajinan yang dipajang di rak etalase.

Warga yang berbelanja mengaku terbantu dengan harga sejumlah bahan pokok bersubsidi yang lebih murah dibandingkan harga di pasaran. Meski demikian, mereka berharap harga terjangkau tersebut dapat dipertahankan dan ketersediaan barang tetap terjaga.

Salah seorang pembeli Sapto berharap stok barang, terutama kebutuhan yang banyak diburu masyarakat, tidak cepat habis.

"Harga murah akan sulit dirasakan manfaatnya apabila persediaan barang tidak mencukupi," ujarnya.

Untuk mendapatkan bahan pokok bersubsidi di koperasi tersebut, masyarakat diwajibkan menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP) atau kartu keluarga (KK).

Pengelola juga mengimbau warga agar tidak membeli barang secara berlebihan. Langkah ini diperlukan supaya manfaat subsidi dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat yang membutuhkan.

Dari hasil pemantauan di lokasi, minyak goreng Minyakita dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET), yakni Rp15.700 per liter. Sementara itu, gas LPG ukuran 3 kilogram dijual seharga Rp16.000 per tabung.

Harga tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat untuk berbelanja di koperasi. Pemerintah berharap keberadaan Koperasi Merah Putih dapat memperkuat distribusi barang bersubsidi sekaligus membantu menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok.

Pemerintah menargetkan sebanyak 35.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat segera beroperasi hingga akhir tahun 2026.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan
, menyebut ribuan koperasi masih dalam tahap pemenuhan berbagai kebutuhan pendukung operasional. Sekitar 8.000 koperasi tengah dilengkapi sarana dan barang yang diperlukan untuk mulai menjalankan kegiatan usaha.

Kelengkapan tersebut mencakup berbagai komoditas penting, seperti pupuk, gula, minyak goreng, dan gas LPG. Barang-barang itu diharapkan dapat memperkuat fungsi koperasi sebagai salah satu saluran distribusi kebutuhan masyarakat, khususnya produk bersubsidi.

"Melalui program ini, pemerintah ingin mendekatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok sekaligus membangun kegiatan ekonomi di tingkat desa dan kelurahan," jelasnya.


Meski demikian, kesiapan operasional koperasi masih menjadi pekerjaan yang perlu diperhatikan.

Ke depan, keberhasilan program Koperasi Merah Putih tidak hanya ditentukan oleh jumlah bangunan yang selesai dibangun. Ketersediaan barang, kestabilan harga, dan konsistensi pelayanan juga menjadi faktor penting agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga.

Dengan demikian, target pengoperasian ribuan koperasi perlu diiringi kesiapan operasional yang memadai sehingga koperasi tidak sekadar berdiri, tetapi mampu menjadi pusat pelayanan kebutuhan pokok dan penggerak ekonomi masyarakat di tingkat desa maupun kelurahan.
Komentar

Tampilkan

1 comment:

News pekalongan said...

buang buang anggaran hasilnya belum tentu bagus

TERKINI