-->

Survei CELIOS: 75 Persen Responden Stres akibat Kebijakan Pemerintah Prabowo

Pekalongan News
Saturday, October 17, 2026, October 17, 2026 WIB Last Updated 2026-10-17T12:20:17Z

Survei CELIOS: 75 Persen Responden Stres akibat Kebijakan Pemerintah Prabowo
Gambar ilustrasi dibuat dengan AI
Pekalongannews, Jakarta – Tekanan ekonomi dan persoalan penegakan hukum menjadi sejumlah isu yang membebani masyarakat di tengah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. 

Survei Center of Economic and Law Studies (CELIOS) mengungkapkan, 75 persen responden mengaku mengalami stres akibat kebijakan pemerintah, sementara 67 persen lainnya menyatakan stres karena perilaku Presiden Prabowo.

Temuan tersebut disampaikan CELIOS bersama tim kabinet bayangan dalam evaluasi terhadap kinerja pemerintahan Kabinet Merah Putih. Hasil survei ini memberikan gambaran mengenai persepsi masyarakat terhadap kebijakan dan kepemimpinan nasional.

Direktur Eksekutif CELIOS, Bima Yudistira Adinegara, menjelaskan survei tersebut melibatkan 1.142 responden dari kalangan masyarakat umum yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia.

“Dari hasil survei itu, terdapat tiga persoalan utama yang dinilai paling banyak memicu tekanan bagi masyarakat, yakni kenaikan harga kebutuhan pokok, sulitnya mendapatkan pekerjaan, serta persoalan penegakan hukum,” ujarnya.

Ketiga isu tersebut berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari. Kenaikan harga kebutuhan pokok dapat mengurangi daya beli rumah tangga, sementara terbatasnya kesempatan kerja menambah kekhawatiran masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup. 

Di sisi lain, penegakan hukum juga menjadi perhatian dalam menilai kinerja pemerintah.

Selain mengukur tingkat stres masyarakat, survei CELIOS turut mengevaluasi kinerja Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Berdasarkan penilaian masyarakat umum, kinerja Presiden Prabowo memperoleh skor 4,6 dari skala 10. Sementara itu, kelompok ahli memberikan nilai lebih rendah, yakni 2,8 dari 10.

Adapun kinerja Wakil Presiden Gibran mendapatkan skor 4,9 dari responden masyarakat umum. Namun, penilaian dari kelompok ahli hanya mencapai 2,2 dari 10.

Untuk penilaian kelompok ahli, CELIOS melibatkan 129 responden dari berbagai provinsi di Indonesia. Dengan demikian, survei ini menghimpun pandangan dari dua kelompok berbeda, yaitu masyarakat umum dan kalangan ahli.

Perbedaan nilai tersebut menunjukkan adanya kesenjangan penilaian antara masyarakat umum dan kelompok ahli terhadap kinerja kedua pemimpin nasional tersebut.

Hasil survei ini menempatkan persoalan ekonomi dan penegakan hukum sebagai isu penting yang perlu mendapat perhatian pemerintah. Kenaikan harga kebutuhan pokok dan sulitnya mencari pekerjaan merupakan persoalan yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Di tengah kondisi tersebut, kebijakan pemerintah menjadi salah satu faktor yang dinilai publik dalam melihat arah pembangunan dan kesejahteraan nasional.

Temuan CELIOS tersebut menjadi salah satu gambaran mengenai respons publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.

“Tantangan pemerintah ke depan adalah menjawab berbagai persoalan yang menjadi perhatian masyarakat, terutama terkait keterjangkauan kebutuhan pokok, kesempatan kerja, dan kepercayaan terhadap penegakan hukum,” pungkasnya.
Komentar

Tampilkan

No comments:

TERKINI