-->

Kebakaran TPA Randukuning Batang Padam Usai 22 Jam, Bupati Faiz Ungkap Rencana Ini

Pekalongan News
Tuesday, September 15, 2026, September 15, 2026 WIB Last Updated 2026-09-14T17:05:32Z
Kebakaran TPA Randukuning Batang Padam Usai 22 Jam, Bupati Faiz Ungkap Rencana Ini
Pekalongannews, Batang - Kebakaran di TPA Randukuning, Kecamatan Kandeman, Batang akhirnya berhasil dipadamkan setelah tim gabungan berjibaku marathon hampir 22 jam. Api yang melahap lahan seluas 5.000 meter persegi itu pertama kali kelihatan sejak Minggu (13/9/2026) siang, dan baru benar-benar jinak pada Senin pagi jam 11.00 WIB.

Proses pemadaman sempat alot karena angin kencang dan terkendala pasokan air. Ada sekitar 21 personel gabungan dari Damkar, BPBD, Kodim, Polresta Batang, sampai relawan warga yang turun ke lapangan.

Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, langsung ngecek ke lokasi buat memastikan enggak ada sisa titik api. Apalagi posisi TPA ini lumayan dekat sama pemukiman warga. Soal pemicu awal apinya sendiri, sampai sekarang masih diselidiki polisi.

“Ya alhamdulillah ini betul-betul memastikan titik-titik api. Karena kondisi cuaca angin begitu cepat menyebar, sehingga lokasi ini kan lumayan dekat dengan pemukiman warga. Kebakaran ini tak hanya titik penyebaran, tapi juga efeknya tidak bagus. Tapi alhamdulillah teman-teman kerja cepat dan memadamkan kejadian,” ujar Faiz di lokasi kejadian.

Tak hanya penanganan jangka pendek, peristiwa ini juga memicu percepatan rencana evaluasi fungsi TPA Randukuning secara menyeluruh. Ke depan, Pemkab Batang berencana mengalihkan beban pembuangan sampah ke lokasi lain seperti TPBST Randukencana, serta mengubah TPA Randukuning menjadi kawasan pengolahan sampah berbasis TPS3R.

“TPA ini mungkin masih akan berfungsi tapi tidak akan seketat dulu. Kita sedang menjalin komunikasi untuk pemanfaatan TPBST yang ada di Randukencana. Harapannya di sini terus berkurang, tidak ada lagi sekedar TPA tapi TPS3R yang ada proses pemilahan dan edukasi ke masyarakat,” pungkas Faiz.
Komentar

Tampilkan

No comments:

TERKINI