Pekalongannews, Batang – Suasana Lapangan Sekalong, Kelurahan Karangasem Selatan, Kabupaten Batang, mendadak semarak pada Minggu (9/8/2026). Puluhan anak dari berbagai wilayah di kelurahan tersebut berkumpul untuk mengikuti lomba duel layang-layang dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bukan sekadar perlombaan, kegiatan yang digelar Pemerintah Kelurahan Karangasem Selatan itu menjadi upaya menghidupkan kembali permainan tradisional di tengah semakin kuatnya ketergantungan anak-anak terhadap gawai.
Sebanyak 32 peserta tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) ikut ambil bagian. Setiap RT di Kelurahan Karangasem Selatan diminta mengirimkan dua anak sebagai perwakilan.
Lurah Karangasem Selatan, Mutrofin, mengatakan lomba duel layang-layang sengaja dipilih karena permainan tersebut relatif sederhana, murah, sekaligus mampu melatih mental anak dalam berkompetisi.
"Ini untuk melatih mental anak-anak dalam berkompetisi dan bersaing secara sehat dengan teman-temannya. Permainan layang-layang juga menjadi alternatif kegiatan untuk mengurangi ketergantungan terhadap gawai," ujarnya.
Menurutnya, anak-anak saat ini semakin akrab dengan perangkat digital. Karena itu, pemerintah kelurahan berupaya menghadirkan ruang bermain yang memungkinkan anak-anak berinteraksi secara langsung dengan teman sebaya.
Selain menjadi ajang adu ketangkasan, perlombaan tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana mempererat hubungan antarwarga. Kelurahan Karangasem Selatan memiliki 31 RT, sehingga kegiatan bersama diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi dan kekompakan masyarakat.
"Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap persatuan, solidaritas, dan kekompakan warga semakin kuat," jelas Mutrofin.
Jenis layang-layang yang digunakan merupakan layang-layang aduan sederhana, bukan layang-layang hias. Konsep tersebut dipilih agar peserta tidak perlu mengeluarkan biaya besar maupun mempersiapkan perlengkapan secara rumit.
Aspek keselamatan juga menjadi perhatian panitia. Senar yang digunakan dibatasi dan tidak menggunakan senar tajam atau gelasan yang dapat membahayakan peserta maupun warga di sekitar lokasi.
Menariknya, pemilihan Lapangan Sekalong sebagai lokasi perlombaan juga menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali ruang publik masyarakat. Lapangan tersebut sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal. Warga bersama pihak sekolah dan komunitas kemudian bergotong royong melakukan pembersihan hingga akhirnya dapat digunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat.
Mutrofin berharap lapangan tersebut ke depan dapat terus dimanfaatkan sebagai ruang berkumpul, berolahraga, bermain, dan menyelenggarakan berbagai kegiatan warga.
Salah seorang peserta, Ziya (9), mengaku senang mengikuti perlombaan tersebut. Ia bahkan mengaku sudah terbiasa bermain layang-layang sebelum mengikuti lomba.
"Seru sekali. Saya sebelumnya sudah sering bermain layang-layang. Harus sabar menarik dan mengulur benang supaya tidak putus," tuturnya.
Keseruan semakin terasa ketika layang-layang salah satu peserta terputus. Anak-anak pun spontan berlari mengejar layang-layang yang terbawa angin.
Pemenang lomba akan ditentukan berdasarkan peringkat pertama, kedua, dan ketiga. Namun, pengumuman juara dan penyerahan hadiah akan dilakukan bersamaan dengan kegiatan jalan sehat masyarakat Kelurahan Karangasem Selatan.
Di tengah dominasi permainan berbasis gawai, lomba duel layang-layang tersebut menjadi pengingat bahwa permainan tradisional masih memiliki tempat di hati anak-anak. Selain menghadirkan kegembiraan, kegiatan ini juga membuka ruang interaksi, melatih sportivitas, serta memperkuat kebersamaan warga dalam merayakan kemerdekaan.



No comments:
Post a Comment