Pekalongannews, Wuled Tirto – Suasana Desa Wuled, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Minggu (23/8/2026), mendadak ramai. Ribuan warga memadati jalanan desa untuk mengikuti jalan sehat dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bukan sekadar ramai, antusiasme warga bahkan di luar perkiraan panitia. Sebanyak 2.000 peserta ikut ambil bagian, terdiri dari sekitar 1.500 warga dewasa dan 500 anak-anak.
Kemeriahan semakin terasa dengan hadirnya Anggota DPR RI Fraksi PKS Dapil X Jawa Tengah, Rizal Bawazier. Ia mengaku terkejut melihat tingginya animo masyarakat dalam kegiatan yang baru pertama kali digelar Pemerintah Desa Wuled tersebut.
“Terus terang saya sempat kaget karena banyak sekali yang berminat dan pesertanya juga banyak,” kata Rizal di sela kegiatan.
Menurut Rizal, tingginya partisipasi warga menunjukkan bahwa kegiatan olahraga bersama masih menjadi salah satu cara yang efektif untuk mempererat silaturahmi sekaligus menjaga semangat kebersamaan setelah perayaan kemerdekaan.
“Ini untuk acara setelah kita merayakan hari kemerdekaan. Dari minat para pelari, ternyata antusiasmenya sangat luar biasa. Tahun depan kita harus laksanakan lagi, karena ini bagus sekali,” ujarnya.
Kepala Desa Wuled, Wasduki Djazuli, menjelaskan, peserta jalan sehat dibagi menjadi dua kategori berdasarkan usia.
Untuk kategori anak-anak, peserta dari kelas IV hingga VI sekolah dasar menempuh rute sepanjang 1,8 kilometer. Sedangkan kategori dewasa yang diikuti peserta mulai jenjang SMP hingga masyarakat umum menempuh jarak lebih jauh, yakni 5,6 kilometer.
Untuk menambah semarak acara, panitia juga menyiapkan hadiah utama berupa uang tunai senilai Rp5 juta. Selain itu, peserta berkesempatan membawa pulang berbagai doorprize, mulai dari sepeda listrik, kulkas, mesin cuci hingga kipas angin.
Wasduki menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang ikut mendukung pelaksanaan kegiatan, termasuk Rizal Bawazier serta para sponsor lokal di Kabupaten Pekalongan.
Meski mendapat sambutan luar biasa, Wasduki mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dalam pelaksanaan perdana tersebut.
Panitia pun langsung melakukan evaluasi dan perbaikan di lapangan, termasuk terkait fasilitas yang dibutuhkan peserta perempuan.
“Ini pertama kali, sehingga ada kekurangan langsung kita perbaiki. Peserta sangat mengapresiasi keterbukaan panitia dalam menyikapi kekurangan,” ungkapnya.
Bagi Pemerintah Desa Wuled, jalan sehat tersebut bukan hanya soal olahraga. Ramainya peserta juga membawa dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Lalu lalang ribuan peserta dimanfaatkan para pelaku UMKM Desa Wuled dan wilayah sekitar untuk berjualan. Produk makanan, minuman dan berbagai kebutuhan lainnya ikut meramaikan kegiatan.
Wasduki berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda rutin setiap tahun. Selain menjaga kebugaran dan mempererat hubungan antarwarga, kegiatan serupa dinilai mampu membantu menggerakkan perekonomian masyarakat.
Lebih dari itu, ia ingin berbagai kegiatan positif di desa menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkegiatan dan menjauh dari berbagai aktivitas yang berpotensi merugikan.
“Harapannya kegiatan ini bisa meningkatkan UMKM masyarakat Kabupaten Pekalongan, terutama Desa Wuled dan sekitarnya. Dengan kegiatan semacam ini, mudah-mudahan generasi kita ke depan terlepas dari miras, judi, maupun pinjol,” pungkas Wasduki.
Bukan sekadar ramai, antusiasme warga bahkan di luar perkiraan panitia. Sebanyak 2.000 peserta ikut ambil bagian, terdiri dari sekitar 1.500 warga dewasa dan 500 anak-anak.
Kemeriahan semakin terasa dengan hadirnya Anggota DPR RI Fraksi PKS Dapil X Jawa Tengah, Rizal Bawazier. Ia mengaku terkejut melihat tingginya animo masyarakat dalam kegiatan yang baru pertama kali digelar Pemerintah Desa Wuled tersebut.
“Terus terang saya sempat kaget karena banyak sekali yang berminat dan pesertanya juga banyak,” kata Rizal di sela kegiatan.
Menurut Rizal, tingginya partisipasi warga menunjukkan bahwa kegiatan olahraga bersama masih menjadi salah satu cara yang efektif untuk mempererat silaturahmi sekaligus menjaga semangat kebersamaan setelah perayaan kemerdekaan.
“Ini untuk acara setelah kita merayakan hari kemerdekaan. Dari minat para pelari, ternyata antusiasmenya sangat luar biasa. Tahun depan kita harus laksanakan lagi, karena ini bagus sekali,” ujarnya.
Kepala Desa Wuled, Wasduki Djazuli, menjelaskan, peserta jalan sehat dibagi menjadi dua kategori berdasarkan usia.
Untuk kategori anak-anak, peserta dari kelas IV hingga VI sekolah dasar menempuh rute sepanjang 1,8 kilometer. Sedangkan kategori dewasa yang diikuti peserta mulai jenjang SMP hingga masyarakat umum menempuh jarak lebih jauh, yakni 5,6 kilometer.
Untuk menambah semarak acara, panitia juga menyiapkan hadiah utama berupa uang tunai senilai Rp5 juta. Selain itu, peserta berkesempatan membawa pulang berbagai doorprize, mulai dari sepeda listrik, kulkas, mesin cuci hingga kipas angin.
Wasduki menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang ikut mendukung pelaksanaan kegiatan, termasuk Rizal Bawazier serta para sponsor lokal di Kabupaten Pekalongan.
Meski mendapat sambutan luar biasa, Wasduki mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dalam pelaksanaan perdana tersebut.
Panitia pun langsung melakukan evaluasi dan perbaikan di lapangan, termasuk terkait fasilitas yang dibutuhkan peserta perempuan.
“Ini pertama kali, sehingga ada kekurangan langsung kita perbaiki. Peserta sangat mengapresiasi keterbukaan panitia dalam menyikapi kekurangan,” ungkapnya.
Bagi Pemerintah Desa Wuled, jalan sehat tersebut bukan hanya soal olahraga. Ramainya peserta juga membawa dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Lalu lalang ribuan peserta dimanfaatkan para pelaku UMKM Desa Wuled dan wilayah sekitar untuk berjualan. Produk makanan, minuman dan berbagai kebutuhan lainnya ikut meramaikan kegiatan.
Wasduki berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda rutin setiap tahun. Selain menjaga kebugaran dan mempererat hubungan antarwarga, kegiatan serupa dinilai mampu membantu menggerakkan perekonomian masyarakat.
Lebih dari itu, ia ingin berbagai kegiatan positif di desa menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkegiatan dan menjauh dari berbagai aktivitas yang berpotensi merugikan.
“Harapannya kegiatan ini bisa meningkatkan UMKM masyarakat Kabupaten Pekalongan, terutama Desa Wuled dan sekitarnya. Dengan kegiatan semacam ini, mudah-mudahan generasi kita ke depan terlepas dari miras, judi, maupun pinjol,” pungkas Wasduki.



No comments:
Post a Comment