Pekalongannews, Batang – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah memperkuat sinergi dalam menyiapkan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar lebih siap memasuki dunia kerja dan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.
Penguatan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang penguatan karakter dan kesiapan kerja peserta didik serta lulusan SMK.
Penguatan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang penguatan karakter dan kesiapan kerja peserta didik serta lulusan SMK.
Penandatanganan berlangsung dalam kegiatan Diseminasi Program NGOPENI SMK di KEK Industropolis Batang, Kamis (20/8/2026).
Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari Kesepakatan Bersama antara PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KEK Industropolis Batang) dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang telah ditandatangani pada 19 Agustus 2025 terkait pembangunan ekonomi dan sumber daya manusia di Jawa Tengah.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko KEK Industropolis Batang, Angga Arie Saputra, mengatakan keberadaan industri tidak hanya membutuhkan infrastruktur, tetapi juga sumber daya manusia yang kompeten.
“KEK Industropolis Batang tidak hanya dibangun dengan infrastruktur, listrik, air, dan teknologi, tetapi juga membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten,” ujarnya.
Menurutnya, SMK memiliki posisi strategis sebagai salah satu sumber talenta bagi kawasan industri.
Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari Kesepakatan Bersama antara PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KEK Industropolis Batang) dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang telah ditandatangani pada 19 Agustus 2025 terkait pembangunan ekonomi dan sumber daya manusia di Jawa Tengah.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko KEK Industropolis Batang, Angga Arie Saputra, mengatakan keberadaan industri tidak hanya membutuhkan infrastruktur, tetapi juga sumber daya manusia yang kompeten.
“KEK Industropolis Batang tidak hanya dibangun dengan infrastruktur, listrik, air, dan teknologi, tetapi juga membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten,” ujarnya.
Menurutnya, SMK memiliki posisi strategis sebagai salah satu sumber talenta bagi kawasan industri.
Melalui Program NGOPENI SMK, peserta didik diharapkan mengenal kebutuhan dunia kerja sejak masih berada di bangku sekolah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Dr. Sadimin, S.Pd., S.Sos., S.IPem., M.Eng., menekankan pentingnya penguatan karakter sekaligus kompetensi agar lulusan SMK mampu memasuki dunia kerja secara langsung.
Karakter yang diperkuat mencakup integritas, disiplin, tanggung jawab, etos kerja, komunikasi, kemampuan bekerja sama, kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, kemampuan beradaptasi, hingga kemauan untuk terus belajar.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jawa Tengah, DR. Mohammad Saleh, S.T., S.H., M.EN., turut menilai kompetensi siswa SMK harus mengikuti perkembangan industri.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Dr. Sadimin, S.Pd., S.Sos., S.IPem., M.Eng., menekankan pentingnya penguatan karakter sekaligus kompetensi agar lulusan SMK mampu memasuki dunia kerja secara langsung.
Karakter yang diperkuat mencakup integritas, disiplin, tanggung jawab, etos kerja, komunikasi, kemampuan bekerja sama, kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, kemampuan beradaptasi, hingga kemauan untuk terus belajar.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jawa Tengah, DR. Mohammad Saleh, S.T., S.H., M.EN., turut menilai kompetensi siswa SMK harus mengikuti perkembangan industri.
Menurutnya, lulusan tidak cukup hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga harus memiliki kemampuan beradaptasi menghadapi perubahan zaman.
Kerja sama tersebut mencakup penyelarasan materi pembekalan, kunjungan industri, pelibatan praktisi sebagai narasumber dan mentor, pelatihan, asesmen, sertifikasi kompetensi, magang hingga praktik kerja lapangan.
Selain itu, sinergi dengan SMK dan Bursa Kerja Khusus (BKK) diarahkan untuk membuka akses informasi lowongan, bimbingan karier, pemadanan kompetensi, seleksi hingga penempatan kerja.
Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, S.H., M.H., juga menekankan pentingnya kurikulum SMK yang adaptif, dinamis dan terintegrasi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Melalui Program NGOPENI SMK, lulusan diharapkan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga memiliki karakter kuat, kompetensi relevan dan kemampuan beradaptasi untuk berkembang di tengah kebutuhan industri yang terus berubah.
Kerja sama tersebut mencakup penyelarasan materi pembekalan, kunjungan industri, pelibatan praktisi sebagai narasumber dan mentor, pelatihan, asesmen, sertifikasi kompetensi, magang hingga praktik kerja lapangan.
Selain itu, sinergi dengan SMK dan Bursa Kerja Khusus (BKK) diarahkan untuk membuka akses informasi lowongan, bimbingan karier, pemadanan kompetensi, seleksi hingga penempatan kerja.
Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, S.H., M.H., juga menekankan pentingnya kurikulum SMK yang adaptif, dinamis dan terintegrasi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Melalui Program NGOPENI SMK, lulusan diharapkan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga memiliki karakter kuat, kompetensi relevan dan kemampuan beradaptasi untuk berkembang di tengah kebutuhan industri yang terus berubah.



No comments:
Post a Comment