![]() |
| Foto dok Kompas |
Aksi yang berlangsung di tengah cuaca yang sempat diguyur hujan itu tidak menyurutkan semangat peserta.
Massa terdiri dari mahasiswa berbagai kampus di Yogyakarta, kelompok masyarakat sipil, akademisi, aktivis, hingga sejumlah elemen warga yang turut bergabung dalam barisan demonstrasi. Mereka membawa spanduk, poster, bendera, serta berbagai atribut yang berisi tuntutan dan kritik terhadap pemerintah.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan yang dianggap mewakili keresahan masyarakat terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan politik saat ini.
Salah satu tuntutan yang paling menonjol adalah desakan penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut peserta aksi, program tersebut dinilai perlu dievaluasi secara menyeluruh agar pelaksanaannya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan tidak menimbulkan persoalan baru.
Selain menyoroti program MBG, massa juga menyuarakan kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dianggap belum sepenuhnya berpihak kepada rakyat. Sejumlah orator secara bergantian menyampaikan aspirasi dari atas mobil komando.
Mereka menyinggung isu kenaikan harga kebutuhan pokok, kondisi ekonomi masyarakat, hingga berbagai kebijakan yang dinilai perlu dikaji ulang.
Suasana aksi berlangsung dinamis. Sesekali peserta menyanyikan lagu perjuangan dan meneriakkan yel-yel yang disambut oleh massa lainnya. Kehadiran aparat keamanan di sekitar lokasi turut mengawal jalannya demonstrasi agar tetap berlangsung tertib dan kondusif.
Gejayan sendiri memiliki sejarah panjang sebagai ruang ekspresi gerakan mahasiswa di Yogyakarta. Karena itu, lokasi tersebut kembali dipilih sebagai tempat menyampaikan aspirasi publik.
Bagi para peserta aksi, demonstrasi merupakan bagian dari upaya menyuarakan kepentingan rakyat sekaligus mengingatkan pemerintah agar lebih responsif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Hingga malam hari, sebagian massa masih bertahan di lokasi untuk mengikuti rangkaian orasi dan konsolidasi. Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat serta menjadi perhatian masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di kawasan Gejayan.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan yang dianggap mewakili keresahan masyarakat terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan politik saat ini.
Salah satu tuntutan yang paling menonjol adalah desakan penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut peserta aksi, program tersebut dinilai perlu dievaluasi secara menyeluruh agar pelaksanaannya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan tidak menimbulkan persoalan baru.
Selain menyoroti program MBG, massa juga menyuarakan kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dianggap belum sepenuhnya berpihak kepada rakyat. Sejumlah orator secara bergantian menyampaikan aspirasi dari atas mobil komando.
Mereka menyinggung isu kenaikan harga kebutuhan pokok, kondisi ekonomi masyarakat, hingga berbagai kebijakan yang dinilai perlu dikaji ulang.
Suasana aksi berlangsung dinamis. Sesekali peserta menyanyikan lagu perjuangan dan meneriakkan yel-yel yang disambut oleh massa lainnya. Kehadiran aparat keamanan di sekitar lokasi turut mengawal jalannya demonstrasi agar tetap berlangsung tertib dan kondusif.
Gejayan sendiri memiliki sejarah panjang sebagai ruang ekspresi gerakan mahasiswa di Yogyakarta. Karena itu, lokasi tersebut kembali dipilih sebagai tempat menyampaikan aspirasi publik.
Bagi para peserta aksi, demonstrasi merupakan bagian dari upaya menyuarakan kepentingan rakyat sekaligus mengingatkan pemerintah agar lebih responsif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Hingga malam hari, sebagian massa masih bertahan di lokasi untuk mengikuti rangkaian orasi dan konsolidasi. Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat serta menjadi perhatian masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di kawasan Gejayan.



No comments:
Post a Comment