-->

Rupiah Melemah, Harga Komponen Komputer dan Laptop Diprediksi Terus Naik

Pekalongan News
Monday, May 11, 2026, May 11, 2026 WIB Last Updated 2026-05-11T15:04:50Z
Rupiah Melemah, Harga Komponen Komputer dan Laptop Diprediksi Terus Naik
Gambar Ilustrasi
Pekalongannews, Bandung - Kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah mulai dirasakan pelaku usaha elektronik di berbagai daerah. Salah satunya terjadi di Kota Bandung, Jawa Barat. Harga perangkat komputer, laptop, hingga komponen pendukung kini mengalami lonjakan cukup signifikan.

Kondisi tersebut terlihat di BEC, 
Jaya plaza Komputer dan kawasan Balubur, Kota Bandung, yang dikenal sebagai salah satu pusat penjualan dan servis komputer.

Sejumlah pelaku usaha mengaku harga komponen penting seperti RAM, SSD, hingga memori mengalami kenaikan drastis dalam beberapa bulan terakhir.

Ari salah satu seorang teknisi servis komputer menyebutkan, kenaikan harga komponen ahkan mencapai tiga kali lipat dibanding harga sebelumnya. Dampaknya, harga jual komputer dan laptop ikut terkerek naik meskipun spesifikasi perangkat masih sama.

“Kalau dulu laptop harganya sekitar Rp10 juta, sekarang bisa naik jadi Rp12 juta sampai Rp13 juta. Padahal spesifikasinya sama,” ungkapnya.

Menurutnya, komponen seperti SSD, NVMe, RAM, dan memori menjadi faktor utama penyebab kenaikan harga. Hal itu karena sebagian besar barang masih bergantung pada impor dari luar negeri, sehingga sangat dipengaruhi fluktuasi kurs dolar.

Selain pengaruh nilai tukar mata uang, meningkatnya permintaan pasar terhadap perangkat komputer juga ikut memicu lonjakan harga. Pelaku usaha menyebut permintaan beberapa komponen tertentu meningkat tajam hingga ratusan persen.

Kenaikan harga ini pun berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat. Banyak konsumen memilih menunda pembelian komputer atau laptop baru karena harga yang dianggap terlalu tinggi.

Tidak hanya pembeli, para pedagang dan teknisi komputer juga merasakan tekanan. Penjualan perangkat menurun, sementara biaya pengadaan barang terus meningkat. Mereka berharap nilai tukar rupiah bisa kembali stabil agar harga komponen elektronik tidak semakin mahal.

Di sisi lain, kebutuhan masyarakat terhadap perangkat digital masih cukup tinggi. Laptop dan komputer kini menjadi kebutuhan penting untuk bekerja, belajar, hingga aktivitas bisnis. Karena itu, kenaikan harga perangkat elektronik menjadi perhatian serius bagi konsumen maupun pelaku usaha.

Pengamat ekonomi menilai kondisi ini kemungkinan masih akan berlangsung selama rupiah belum stabil terhadap dolar AS. Konsumen pun disarankan lebih selektif dalam membeli perangkat elektronik dan menyesuaikan kebutuhan dengan anggaran yang tersedia.

Sementara itu, pelaku usaha berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar rupiah agar sektor perdagangan elektronik tidak semakin tertekan.
Komentar

Tampilkan

No comments:

TERKINI