-->

KEK Industropolis Batang Kembali Tarik Investasi Asing dari Korea Selatan

Pekalongan News
Friday, May 08, 2026, May 08, 2026 WIB Last Updated 2026-05-08T16:24:08Z

KEK Industropolis Batang Kembali Tarik Investasi Asing dari Korea Selatan

Pekalongannews, Batang - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang kembali menarik investasi asing langsung dari Korea Selatan. Kali ini, investasi datang dari PT Simone Batang Indonesia, perusahaan manufaktur global berbasis produk kulit yang berorientasi ekspor.

Komitmen investasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Pemanfaatan Tanah Industri (PPTI) yang berlangsung di Ballroom Management Office KEK Industropolis Batang, Rabu (6/5/2026). Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Pemasaran dan Pengembangan KEK Industropolis Batang, Indri Septa Respati, bersama Direktur Utama PT Simone Batang Indonesia, Kim Jung Shik.

Melalui investasi senilai Rp429 miliar, PT Simone Batang Indonesia akan membangun fasilitas produksi di atas lahan seluas 8,28 hektare. Proyek tersebut diproyeksikan mampu menyerap sekitar 6.000 tenaga kerja.

Masuknya investasi baru ini dinilai semakin memperkuat posisi KEK Industropolis Batang sebagai salah satu pusat industri padat karya berbasis ekspor di Indonesia. Di tengah persaingan global untuk menarik relokasi dan ekspansi industri internasional, Indonesia dinilai mulai mendapatkan perhatian lebih besar dari investor manufaktur dunia.

Indri Septa Respati mengatakan, kehadiran PT Simone menjadi sinyal meningkatnya kepercayaan investor global terhadap Indonesia sebagai bagian dari rantai pasok internasional.

“Investasi ini menunjukkan bahwa Indonesia, melalui KEK Industropolis Batang, semakin dilihat sebagai bagian penting dalam rantai pasok global. Kami melihat tren yang semakin kuat di mana perusahaan internasional menjadikan kawasan ini sebagai basis produksi untuk pasar ekspor,” ujar Indri.

PT Simone sendiri merupakan perusahaan manufaktur global yang berdiri sejak 1987 dan telah memiliki jaringan operasi di sejumlah negara, seperti Vietnam dan Kamboja. Secara global, perusahaan tersebut disebut menguasai sekitar 10 persen pangsa pasar dunia dan 30 persen pasar Amerika Serikat, dengan nilai ritel mencapai lebih dari 7 miliar dollar AS.

Sementara itu, Kim Jung Shik menyebut Indonesia memiliki posisi strategis untuk pengembangan bisnis perusahaan dalam jangka panjang.

“Kami melihat Indonesia sebagai salah satu basis produksi masa depan di Asia. KEK Industropolis Batang memberikan kombinasi keunggulan yang kami butuhkan, mulai dari dukungan kebijakan, kesiapan kawasan, hingga potensi tenaga kerja,” kata Kim.

Pembangunan pabrik dijadwalkan mulai dalam dua bulan ke depan. Proses konstruksi ditargetkan rampung pada Juli 2026, sementara operasional produksi akan dimulai secara bertahap pada Juli 2027.

Selain memperluas jaringan produksi global perusahaan, investasi ini juga diharapkan mendorong peningkatan ekspor nasional serta membuka lapangan kerja dalam jumlah besar bagi masyarakat di wilayah Batang dan sekitarnya.
Komentar

Tampilkan

No comments:

TERKINI