-->

Matthew Baker Pilih Bela Timnas Indonesia U-17, Tolak Australia Demi Garuda

Pekalongan News
Saturday, May 16, 2026, May 16, 2026 WIB Last Updated 2026-05-16T07:58:03Z
Matthew Baker Pilih Bela Timnas Indonesia U-17, Tolak Australia Demi Garuda
sumber gambar bola com
Pekalongannews - Di tengah semangat regenerasi sepak bola nasional, nama Matthew Baker kini menjadi sorotan publik. Bek muda kelahiran Melbourne, Australia, itu mencuri perhatian setelah memilih membela Timnas Indonesia U-17 dan menolak panggilan dari Timnas Australia. 

Keputusan tersebut dinilai sebagai bentuk kecintaan terhadap akar budaya sang ibu yang berasal dari Medan, Sumatera Utara.

Matthew Baker Sitorus lahir pada 13 Mei 2009 dari ayah berkewarganegaraan Australia dan ibu berdarah Batak. 

Meski tumbuh besar di Australia, Matthew mengaku memiliki ikatan emosional kuat dengan Indonesia. 

Baginya, mengenakan lambang Garuda di dada bukan sekadar pilihan karier, melainkan bentuk penghormatan terhadap identitas keluarga dan tanah kelahiran ibunya.

Karier sepak bolanya dimulai sejak usia tujuh tahun bersama akademi Malvern City pada 2016. Bakatnya sebagai pemain bertahan mulai terlihat saat memperkuat Box Hill United pada periode 2018 hingga 2021. 

Penampilannya yang disiplin dan tenang membuat Matthew kemudian direkrut akademi Melbourne City, salah satu klub dengan sistem pembinaan muda terbaik di Australia.

Di Melbourne City, kemampuan Matthew berkembang pesat. Ia dikenal memiliki duel udara yang kuat, distribusi bola akurat, serta kemampuan membaca permainan dengan baik. Tak hanya bermain sebagai bek tengah, Matthew juga mampu mengisi posisi bek kiri maupun gelandang bertahan. 

Fleksibilitas itu membuatnya menjadi aset penting dalam sepak bola modern.

Namanya semakin dikenal ketika pelatih Nova Arianto memanggilnya untuk memperkuat Timnas Indonesia U-17 di ajang Piala Dunia U-17 2025 di Qatar. Kehadirannya bersama skuad Garuda Asia mendapat sambutan positif dari pecinta sepak bola tanah air yang melihatnya sebagai simbol masa depan sepak bola Indonesia.

Pada laga pembuka melawan Zambia, Matthew tampil impresif dengan mencatat lima intersep, tiga sapuan penting, serta akurasi umpan mencapai 90 persen. Meski Indonesia harus mengakui keunggulan Brasil di laga berikutnya, penampilan Matthew tetap menuai pujian karena mampu meredam tekanan penyerang lawan yang berasal dari akademi elite Eropa.

Pelatih Nova Arianto bahkan menyebut Matthew sebagai bek masa depan Indonesia. Keputusan beraninya menolak Australia demi Indonesia juga dianggap sebagai bentuk patriotisme di dunia sepak bola modern.

Di luar lapangan, Matthew dikenal sebagai pribadi disiplin dan cerdas. Ia aktif bersekolah di Melbourne dan mulai mempelajari bahasa Indonesia agar lebih dekat dengan rekan-rekannya di Timnas. Kini, sejumlah klub Eropa mulai melirik potensinya.

Matthew Baker bukan hanya talenta muda biasa. Ia menjadi simbol harapan baru bagi sepak bola Indonesia dan bukti bahwa talenta diaspora dapat menjadi bagian penting dalam kebangkitan Garuda di masa depan.
Komentar

Tampilkan

No comments:

TERKINI