-->

IKSAPBA Gelar Halal Bi Halal ke-18, Dorong Santri Jadi Generasi Inovatif dan Progresif

Pekalongan News
Monday, March 30, 2026, March 30, 2026 WIB Last Updated 2026-03-30T00:12:05Z
IKSAPBA Gelar Halal Bi Halal ke-18, Dorong Santri Jadi Generasi Inovatif dan Progresif
Pekalongannews, Batang - Gelaran Halal Bi Halal IKSAPBA (Ikatan Santri Amtsilati Pekalongan–Batang) ke-18 yang digelar di Pendopo Kabupaten Batang, Minggu (29/3/2026).

Kegiatan tahunan ini kembali menjadi ajang berkumpulnya para santri, alumni, serta tokoh Amtsilati dalam satu majelis kebersamaan yang sarat makna.

Tidak sekadar temu kangen, acara ini juga menjadi momentum strategis untuk mempererat silaturahmi, memperkuat ukhuwah Islamiyah, sekaligus meneguhkan komitmen dakwah Amtsilati di wilayah Pekalongan–Batang.

Ketua Koordinator Wilayah Amtsilati Jawa Tengah 3, Kyai M. Imam Muhajir, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara yang kini memasuki tahun ke-18. Ia menilai perkembangan Amtsilati di wilayah tersebut terus menunjukkan tren positif dari waktu ke waktu.

“Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar dan penuh keberkahan. Ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap Amtsilati terus hidup di tengah-tengah kita. Ke depan, insyaallah lembaga-lembaga pengguna Amtsilati akan semakin bertambah,” ungkapnya.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa perkembangan tersebut tidak terlepas dari visi besar yang diwariskan oleh KH. Taufiqul Hakim, yakni menyebarluaskan metode Amtsilati hingga ke tingkat global.

“Visi besar Amtsilati adalah satu miliar Amtsilati menuju Amtsilati mendunia. Dengan semangat ‘satu sanad, satu tekad’, kita optimis cita-cita itu bisa terwujud,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Mutiara Ati, KH. Zaimudin Ahya, mengingatkan pentingnya peran santri dalam menghadapi tantangan zaman. Ia menekankan bahwa santri tidak hanya dituntut menguasai kitab kuning, tetapi juga harus mampu berinovasi dan berpikir progresif.

“Santri hari ini selain alim kitab kuning, tetapi juga harus kreatif, inovatif, dan progresif. Kita harus meneladani Abah Taufiqul Hakim yang mampu menghadirkan metode revolusioner membaca kitab kuning hanya dalam waktu 3 hingga 6 bulan. Itu adalah bukti nyata bahwa santri mampu menciptakan perubahan besar,” tuturnya.

Zaimudin juga menyoroti potensi Amtsilati dalam melahirkan generasi ulama masa depan yang tidak hanya mendalam dalam ilmu agama, tetapi juga unggul di berbagai bidang keilmuan modern. Dengan penguasaan dasar agama yang lebih cepat, santri memiliki peluang lebih luas untuk mengembangkan diri di bidang lain seperti sains dan teknologi.

Ketua IKSAPBA, M. Syafiq Qomaruzzaman, turut mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara. Ia berharap kegiatan ini terus istiqomah dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat.

Rangkaian acara juga diisi dengan pemaparan sejarah Amtsilati, sebagai refleksi perjalanan panjang dalam mengembangkan metode pembelajaran kitab kuning yang cepat dan aplikatif.

Di tengah dinamika zaman, Halal Bi Halal ini menjadi bukti bahwa nilai tradisi, keilmuan, dan kebersamaan tetap terjaga. Lebih dari itu, kegiatan ini menegaskan bahwa gerakan santri terus tumbuh, beradaptasi, dan berkontribusi bagi umat serta peradaban.
Komentar

Tampilkan

No comments:

TERKINI