Hingga pagi hari, kondisi jalur baik hulu maupun hilir masih belum memungkinkan untuk dilalui sehingga perjalanan kereta terpaksa dihentikan sementara demi alasan keselamatan.
PT KAI Daop 4 Semarang mengambil langkah penutupan jalur sebagai upaya pencegahan risiko yang lebih besar.
Fokus utama perusahaan saat ini adalah menjamin keselamatan penumpang dan awak kereta, meski berdampak pada keterlambatan dan perubahan jadwal perjalanan.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menjelaskan bahwa petugas prasarana terus melakukan pemantauan intensif terhadap ketinggian genangan air di lokasi terdampak.
"Pemantauan dilakukan secara berkala untuk melihat perkembangan kondisi dan menentukan langkah operasional lanjutan,"jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, KAI menyiagakan lokomotif khusus jenis BB 304 yang memiliki ketahanan teknis lebih baik saat melintasi genangan air.
Lokomotif ini disiapkan untuk menarik rangkaian kereta dari arah timur ke barat apabila kondisi memungkinkan.
Selain itu, KAI juga melakukan rekayasa pola operasi dengan mengalihkan sejumlah perjalanan kereta api melalui jalur selatan.
Beberapa KA harus menempuh rute memutar, antara lain melalui lintas Tegal–Prupuk–Kroya–Solobalapan–Gundih–Gambringan serta Semarang Tawang–Brumbung–Gundih–Solobalapan–Kroya–Cilacap, guna menghindari titik banjir di wilayah Pekalongan.
"Namun, tidak semua perjalanan dapat dialihkan. Akibat kondisi alam yang tidak memungkinkan," jelasnya.
Empat perjalanan kereta api terpaksa dibatalkan, yakni KA Kaligung relasi Semarang Poncol–Cirebon Prujakan pulang pergi serta KA Merbabu relasi Semarang Tawang–Gambir pulang pergi.
Menanggapi situasi tersebut, KAI memastikan akan memberikan service recovery atau kompensasi kepada penumpang yang terdampak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Manajemen KAI juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan, baik akibat keterlambatan, perubahan rute, maupun pembatalan perjalanan.
"KAI Daop 4 Semarang berkomitmen untuk terus memberikan pembaruan informasi secara berkala dan melakukan berbagai upaya hingga kondisi jalur kembali kering, aman, dan siap dilalui kereta api," pungkasnya.



No comments:
Post a Comment